Berita

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo/Net

Politik

Jerry Massie: PDIP Jangan Gampang Terkecoh Survei Ganjar di Atas

SELASA, 14 JUNI 2022 | 10:17 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Hasil riset kuantitatif sejumlah lembaga survei yang menemukan tingkat keterpilihan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo diharap tidak membuat PDI Perjuangan terkecoh dalam hal pencalonan presiden.

Pasalnya, menurut pakar komunikasi politik American Global University, Jerry Massie melihat sejumlah lembaga survei belum objektif dalam risetnya.

Sebagai contoh, Jerry membahas hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) beberapa waktu lalu yang menempatkan Ganjar berada di urutan pertama dengan elektabilitas 14,3 persen.


"Kalau di Amerika ada Rasmussen, Emerson, Trafalgar, Gallup, Harvard, USA Today sampai Politico saya masih percaya. Tapi kalau SMRC saya masih ragu," ujar Jerry kepada Kanor Berita Politik RMOL, Selasa (14/6).

Keraguan tersebut disampaikan Direktur Political and Public Policy Institute (P3S) ini lantaran keterwakilan responden yang dilibatkan dianggap belum objektif dan merata.

"Jangan-jangan responden dari relawan Jokowi, relawan Ganjar atau orang Jawa Tengah otomatis dia bakal unggul," tutur Jerry.

"Coba survei di DKI Jakarta head to head, paling dia kalah telak dengan Anies. Di Jabar dia keok di tangan Ridwan Kamil. Paling di Banten Ganjar kalah sama Airlangga Hartarto," sambungnya.

Maka dari itu, Jerry menyarankan PDIP sebagai partai yang menaungi Ganjar tidak terburu-buru menentukan capres yang akan diusungnya untuk Pilpres 2024.

"PDIP jangan juga terkecoh dengan survei-survei Ganjar di atas, indikasi settingan bisa ada," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya