Berita

BPBD gabungan sedang menangani tanggul jebol akibat banjir rob Semarang/Ist

Nusantara

Banjir Rob Semarang Belum Surut, BPBD Gabungan Gotong Royong Perbaiki Tanggul Jebol

JUMAT, 27 MEI 2022 | 17:21 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Upaya penanganan jebolnya tembok pelindung kawasan industri Lamacitra masih berlanjut hingga hari ini, Jumat (27/5). Upaya itu dilakukan karena jebolnya tanggul itu menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir rob di wilayah Tanjung Mas, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan bahwa penanganan jebolan tembok pelindung yang berbatasan langsung dengan laut itu merupakan tindak lanjut dari hasil koordinasi yang dilakukan oleh beberapa pihak.

Diantaranya: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kota Semarang, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), PT Pelindo dan pihak lainnya.


Muhari menjelaskan, untuk mengatasi banjir rob di Tanjung Mas Lintas, BPBD antar kabupaten/kota bergotong-royong untuk membantu penanganan darurat.


"Mulai dari BPBD Kota Salatiga, BPBD Kabupaten Kudus, BPBD Kabupaten Blora, BPBD Kabupaten Grobogan, BPBD Kabupaten Semarang, BPBD Kabupaten Temanggung, BPBD Kabupaten Banjarnegara dan BPBD Kabupaten Wonosobo," jelas Muhari.

Selain dari BPBD, bantuan personel juga datang dari Polda Jawa Tengah, Polrestabes Semarang, SAR Polairud Jawa Tengah, TNI AL Lanal Semarang, TNI AD Kodim 0713 BS Semarang, TNI AD Kodam V Diponegoro dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang.

Secara teknis kata Muhari, proses penanganan darurat itu dilakukan dengan membuat tanggul sementara. Tujuannya, untuk menutup jebolan tembok pelindung.

Tim gabungan menggunakan 3.500 kantong pasir dari Pelindo, 1.000 kantong pasir dari PT. Lamicitra Nusantara, 2 truk tronton kantong pasir dari DPU Kota Semarang dan BBWS dan geobag dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Tim gabungan itu juga menggunakan potongan bambu dan peralatan lain seadanya untuk menambal dua titik tembok penahan yang jebol sepanjang 20 meter di PT Lamicitra Nusantara dan 7 meter di sisi barat," pungkas Muhari.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya