Berita

Mantan Jurubicara Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid, Adhie Massardhi/Net

Politik

Berkaca pada Kasus Pencekalan UAS, Sentimen Singapura ke Indonesia Sudah Buruk Sejak Era Gus Dur

SABTU, 21 MEI 2022 | 22:37 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pecekalan terhadap pendakwah tanah air, Ustaz Abdul Somad (UAS), saat hendak masuk ke Singapura untuk berlibur ternyata memiliki latar belakang cerita yang mendasarinya.

Diulas mantan Jurubicara Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid, Adhie Massardhi, sikap Singapura pasca era Presiden Soeharto berakhir berubah signifikan.

"Mereka sangat merendahkan Indonesia karena menganggap pemimpin-pemimpin kita tidak begitu memperhatikan rakyatnya," ujar Adhie dalam wawancara bersama wartawan senior Hersubeno Arief dalam kanal Youtubenya, Sabtu (21/5).


Adie menuturkan, sikap Singapura yang tak begitu menghargai Indonesia dan rakyatnya terindentifikasi oleh Gus Dur. Di mana, saat negara ini dipimpin Lee Kuan Yew terjadi masalah yang kompleks dalam hubungan ketatatnegaraannya.

"Ketika saya masih di Istana bersama Presiden Gus Dur, didapat laporan-laporan bahwa ilegal logging dan ilegal oil itu ditampung oleh Singapura, dan Gus Dur mengancam Singapura untuk berhenti bergerak menjadi penadah ilegal logging dan minyak itu," paparnya.

Namun tidak lama kemudian, Adhie yang kala itu menjadi orang kepercayaan Gus Dur dihubungi oleh pihak Kedubes Singapura guna menjelaskan duduk perkarda yag sebenarnya.

"Sekretaris Kedubes hubungi saya, ingin menjelaskan bahwa Singapura pelabuhan internasional, sehingga idak mungkin menjadi penadah barang-barang ilegal. Jadi kata mereka kayu dan minyak yang masuk itu legal," jelasnya.

Tak cuma itu, pihak Singapura juga berkelit dengan seolah-olah menyalahkan otoritas terkait di Indonesia yang justru bermain-main dengan peraturannya sendiri.

"Mereka menjelaskan proses legalnya di tengah laut oleh pejabat kita juga. Dia bilang, kalau kita jelaskan nanti Indonesia tersinggung soal bangsa Indonesia dalam mengawasi aparatnya sendiri," imbuhnya.

Dari situ, Adhie langsung memberitahukan kepada Gus Dur terkait hasil pembicaraannya dengan pihak Kedubes Singapura. "Tapi Gus Dur bilang dia (Singapura) juga kan yang mengatur," sambungnya mamaparkan.

Tak cuma dari kejadian itu, Adhie juga mengungkap ketidaksukaan Singapura terhadap Indonesia saat Gus Dur menggagas organisasi Oceania Partner ASEAN, untuk menyatukan negara-negara yang berada di kawasan Asia-Pacifif untuk bekerja sama.

"Jadi mungkin Singapura khawatir kalah pengaruh di Asia-Pacific dengan Indonesia. Dari situ Gus Dur menyampaikan secara ketatanegaraan terkait keberatan Singapura membentuk Oceania Partner itu," katanya.

Namun, sikap paling mencolok yang ditunjukkan Singapura saat itu adalah saat muncul kasus teroris Noordin M. Top dengan dr. Azhari yang notabene bukanlah warga negara Indonesia.

"Itu kan kira-kira situasinya ketika Singapura dan Malaysia sedang mengembangkan industri pariwisata, lalu mereka dikirim ke kita. Ini agenda siapa sampai ngacak-ngacak Indonesia kemudian dunia takut dengan Indonesia?" heran Adhie.

"Karena Gus Dur pemimpin NU ya marah jugalah ketika Lee Kuan Yew bilang Indonesia sarang teroris," tandasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

PLN Gercep Pulihkan Listrik Pascagempa NTT: Bukti Negara Hadir

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:26

Peduli NTT, Pemkab Tuban Batalkan Pesta Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:15

Tunda Agenda Internal, PDIP Fokus Bantu Korban Gempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:00

Ketika Emak-emak Mengamuk di Depan Kepala BGN

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:50

HUT RI Momentum Bangkit Bersama di Tengah Duka Gempa

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:49

Operasional Pelabuhan Marina Disetop Pangkas Pendapatan Daerah Rp11 Miliar

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:33

PKS Yakin Rakyat Aceh Konsisten Bersama NKRI

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:30

BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Bisa Dipakai via QRIS

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:27

Bitcoin Menguat Terimbas Sentimen Positif Pasar Kripto Global

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:19

HUT Ke-81 RI Diwarnai Duka Gempa NTT: Ada Kesedihan di Tengah Perayaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:17

Selengkapnya