Berita

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dianggap sulit dapat tiket PIlpres dari PDIP/Net

Politik

Gagal Sejahterakan "Kandang Banteng", jadi Batu Ganjalan Ganjar Pranowo Maju Pilpres 2024

SELASA, 10 MEI 2022 | 13:16 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Gagal mensejahterakan "kandang banteng", Ganjar Pranowo dianggap akan semakin sulit mendapatkan tiket untuk maju di pemilihanpresiden (Pilpres) 2024 dari PDI Perjuangan.

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam mengatakan, saat ini Ganjar mentok terhalang di PDIP jika ingin maju di Pilpres 2024.

"Karena kalau melihat pengurus PDIP setiap daerah sudah diploting untuk memberikan dukungan kepada Puan Maharani, sehingga semakin sulit bagi Ganjar untuk mendapatkan tiket dari PDIP," ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (10/5).


Saiful mengaku melihat sudah banyak poster-poster kader PDIP yang juga memasang gambar Puan, bukan Ganjar. Sehingga, sangat sulit bagi Ganjar untuk mendapatkan dukungan PDIP.

"Selain itu Jateng yang selama ini dikenal adem ayem, ternyata menyimpan berbagai problem serius yang tidak terpecahkan oleh Ganjar, salah satunya problematika kemiskinan yang ternyata masih jauh seperti yang diharapkan," kata Saiful.

Dengan demikian, Saiful menilai akan semakin sulit bagi Ganjar untuk melepaskan bayang-bayang angka kemiskinan yang mencuat di muka publik belakangan ini.

"Angka-angka tersebut dapat menunjukkan bahwa Ganjar telah gagal membuat kandang banteng sejahtera, sehingga hal tersebut menjadi batu ganjalan bagi yang bersangkutan," pungkas Saiful.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya