Berita

Ilustrasi /Net

Dunia

Ukraina Inginkan Uni Eropa Hentikan Impor Gas dan Minyak Rusia Sepenuhnya: Itu Uang Mesin Perang Mereka

KAMIS, 05 MEI 2022 | 21:00 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Ukraina berharap Uni Eropa (UE) akan memberlakukan embargo pada gas alam dan minyak Rusia dan menginginkan Eropa untuk benar-benar meninggalkan sumber daya energi Rusia.

Andriy Gerus, yang mengepalai Komite Parlemen untuk Energi dan Utilitas Publik, pada Kamis (5/5) mengatakan dia menginginkan UE untuk berkomitmen dalam menghentikan impor gas dan minyak dari Rusia.

"Kami mendukung embargo (Uni Eropa) pada minyak dan produk minyak, serta gas dan batu bara, dan kami berharap kami akan mencapai ini seiring waktu, bahwa Ukraina dan Eropa akan sepenuhnya meninggalkan sumber daya energi Rusia," katanya dalam briefing online, seperti dimuat oleh NDTV.


Ia kemudian mengharapkan pasokan bahan bakar dari Eropa di Ukraina akan meningkat pada pertengahan Mei dan bahwa Ukraina memiliki surplus batu bara.

"Begitu negara-negara Eropa berhenti membeli gas Rusia, kami dengan senang hati akan menghentikan transit ke Eropa," pungkasnya.

Selain Gerus, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmtyro Kuleba mengatakan, jika UE tidak memberlakukan embargo pada minyak Rusia, maka Moskow akan terus mendapat untung dari penjualan minyak dan gas yang memompa lebih banyak uang ke dalam pengeluaran perangnya terhadap Ukraina.

“Tanpa memperkenalkan embargo minyak dan gas di Rusia oleh UE, Rusia akan terus menghasilkan miliaran euro dan berinvestasi dengan menjual minyak dan gas ke UE. Dan mereka kemudian akan menginvestasikan uang ini di mesin perangnya yang akan terus membunuh orang di Ukraina,” kata Kuleba kepada Al-Hadath, di hari yang sama.

“Ini sangat jelas dan sederhana. Semakin banyak Anda membayar untuk gas dan minyak Rusia, semakin lama perang ini akan berlanjut,” tambahnya.

Sebelumnya, UE pada Rabu (4/5) telah mengusulkan embargo bertahap minyak Rusia tetapi tidak berhasil untuk mencapai keputusan.
Alasannya adalah, embargo akan sulit diterapkan, mengingat jaringan distribusi Eropa dan tantangan yang terkait dengan pelacakan minyak mentah setelah dicampur atau dimurnikan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya