Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Kobar Anggap Kebijakan Jokowi Larang Ekspor CPO Langkah Jitu Atasi Kelangkaan

SABTU, 30 APRIL 2022 | 05:34 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Koalisi Bersama Rakyat (Kobar) merespons kebijakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang melarang ekspor minyak sawit mentah CPO dan produk-produk turunannya.

Deklarator Nasional Kobar, Sahat Martin Philip Sinurat berpendapat, kebijakan ini merupakan langkah yang harus ditempuh pemerintah untuk menekan lonjakan harga minyak goreng di Tanah Air.

Sebab, kata dia, persoalan kelangkaan dan lonjakan harga minyak goreng yang sudah berlangsung selama 4 bulan ini tak kunjung bisa terselesaikan.


"Tentunya sebelum ini sudah ada upaya-upaya kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah. Namun karena lonjakan harga masih belum bisa selesai, sehingga kemudian diambil kebijakan pelarangan ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng ini," kata Sahat dalam keterangan tertulis, Jumat (29/4).

Dia mengaku, kebijakan pemerintah tersebut memang tidak dapat membuat senang semua orang.

"Tapi kita yakin dengan apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah ini akan membuat stok bahan baku dan minyak goreng bisa melimpah dan mencukupi untuk kebutuhan dalam negeri," ujarnya.

Lebih lanjut, Sahat meminta para produsen dan pengusaha untuk segera menurunkan harga minyak goreng yang saat ini masih tinggi di pasaran.

"Kami meminta para produsen tidak lagi berspekulasi, tetapi mengikuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah dengan segera menurunkan harga minyak goreng. Sehingga kebijakan ini bisa berjalan dengan optimal," tuturnya.

Selain mendukung kebijakan tersebut, Sahat juga meminta pemerintah untuk terus melakukan penindakan tegas kepada para mafia minyak goreng di negeri ini.

"Kami mendukung upaya aparat penegak hukum seperti Kejaksaan Agung yang melakukan penangkapan dan tindakan tegas kepada mafia minyak goreng," kata Sahat yang juga merupakan Sekretaris Umum DPP GAMKI ini.

"Namun, mafia minyak goreng lainnya harus terus dikejar dan diungkap semua pemain dan dalangnya, tidak cukup hanya yang lalu saja. Karena kemungkinan besar masih banyak yang belum terbongkar karena harga masih belum turun," sambungnya.

Terkait adanya petani sawit yang merasakan dampak atas pelarangan ekspor tersebut, Sahat meminta Pemerintah untuk menindak tegas pabrik kelapa sawit (PKS) yang membeli tandan buah segar (TBS) dari petani sawit dengan harga murah.

“Banyak PKS yang tidak mengikuti ketetapan harga TBS yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan sesuai Permentan 01/2018. Akibatnya petani sawit yang menjerit karena terpaksa menjual TBS dengan harga murah," jelasnya.

Agar kebijakan ini bisa berjalan efektif, lanjut Sahat, pemerintah perlu memperkuat sistem pengawasan di setiap produsen minyak goreng. Sehingga tidak ada lagi pelanggaran yang terjadi terkait distribusi dari bahan baku ataupun minyak goreng.

"Pengawasan ini sangat penting, baik terkait distribusi untuk pasar domestik maupun ekspor. Karena di sini yang sangat sering menjadi celah bagi para spekulan dan juga mafia minyak goreng untuk menjual bahan baku dan minyak goreng ke pasar luar negeri," demikian Sahat menambahkan.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya