Berita

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Giring Ganesha/Net

Politik

Dipimpin Giring, PSI Kehilangan Idealisme dan Sibuk Serang Lawan Politik

RABU, 27 APRIL 2022 | 16:02 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai sudah kehilangan idealisme. Para talenta muda seperti Tsamara Amany yang mulai hengkang disinyalir tak lepas dari hilangnya idealisme PSI.

Menurut pengamat politik Ujang Komarudin, partai pimpinan Giring Ganesha sudah keluar dari idealismenya dan jauh dari semangat perjuangan pemberantasan korupsi.

"Hari ini hampa, tidak ada lagi. Yang ada hanyalah serangan-serangan terhadap lawan politik, serangan terhadap musuh-musuh politik yang ini membuat orang tidak simpati kepada PSI,” ujar Ujang kepada wartawan, Rabu (27/4).


Di bawah Giring, PSI hanya sekadar menjual label anak muda. Hal inilah yang membuat kader PSI mundur dari kepengurusan. Kondisi ini tentu akan membuat publik makin tidak percaya dengan PSI.

Pemilih, kata ujang, sudah tidak nyaman dengan segala tindakan PSI dalam berpolitik.

“Mereka tidak nyaman dan tidak bisa memperjuangkan idealisme di situ. Maka akan berdampak kepada publik yang tidak akan percaya dengan perjuangan PSI hari ini,” ujar Ujang.

Selain sudah kehilangan idealisme, PSI di bawah komando Giring juga terkesan elitis dan mengabaikan pengurus daerah dalam menjalankan roda partai.

“Selama ini cenderung ramai hanya di atas, tapi di bawah tidak terurus. Di bawah harus berjuang sendiri. Jadi tidak aneh dan tidak heran kalau muncul masalah satu demi satu,” tegasnya.

Selain itu, narasi utama PSI di bawah komando Giring lebih banyak mengenai anti-Anies. Hal ini dinilai tidak tepat dan gagal berdampak positif bagi PSI.

“Politik yang dibangun oleh PSI, termasuk oleh Giring itu politik permusuhan. Politik itu kan mestinya sinergi, politik itu kan dinamis,” tanda Ujang.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya