Berita

Duta Besar Indonesia untuk Spanyol, Muhammad Najib/Repro

Dunia

Dubes Najib: Demokrasi Indonesia Lebih Maju dari Dunia Barat

SENIN, 18 APRIL 2022 | 00:42 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Tidak heran pada kabinet Indonesia zaman terkini jika sang presiden datang dari partai pemenang Pemilu, sedangkan menterinya datang dari partai juara kedua Pemilu.

Ini jelas terlihat pada kabinet saat ini dimana Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang memenangkan Pemilu 2019 melawan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Joko Widodo yang merupakan champion dari PDIP telah menempatkan Prabowo Subianto, kandidat Gerindra sebagai Menteri Pertahanannya pada periode 2019 hingga 2024.


Duta Besar Indonesia untuk Spanyol, Muhammad Najib pada Minggu (17/4) menyebut fenomena ‘menang jadi presiden, kalah jadi menteri’ itu sebagai kemajuan demokrasi Indonesia ketimbang di Spanyol dan dunia internasional.

“Demokrasi Indonesia itu lebih maju dari dunia internasional. Yang menang jadi Presiden, yang kalah jadi Menteri,” ujar Najib dalam acara Zoom Ngabuburit Internasional bersama Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) pada Minggu (17/4).

“Kalau yang lain kan, yang menang jadi penguasa, yang kalah jadi oposisi. Kemudian jika oposisi itu menang di putaran kabinet selanjutnya, maka vice-versa,” tambahnya.

Dubes Najib kemudian menjelaskan, Musyawarah dalam Pancasila yang diilhami oleh rakyat Indonesia, itu berdasarkan kata Sura’ dari Bahasa Arab.

“Kalau kita lihat di Pancasila, kata musyawarah itu mendominasi, kata itu berasal dari Bahasa Arab yakni Sura’. Sura’ itu tidak ada oposisi. Yang menang itu memimpin, yang kalah menjadi pendukung.” jelas Najib.

Tak lupa menyampaikan sejarah perebutan kekuasaan pada Eropa dan dunia Barat, Dubes Najib menjelaskan bahwa dulunya, semua perebutan kekuasaan di daerah itu merupakan lose-lose solution. Dengan kata lain yang menang mengambil seluruh kekuasaan, yang kalah dibinasakan.
“Pada saudara sendiri tidak jarang ketika terjadi pembunuhan bermotivasi politik di antara keluarga kerajaan pada jaman itu. Seperti contoh jika anak dari seorang raja ingin mendapatkan kekuasaan orang tuanya, ia tidak segan untuk membunuh mereka. Ini juga berlaku sebaliknya, jika sang raja melihat salah satu anaknya berpotensi memberontak, maka ia akan membunuhnya,” jelas Najib.

“Bahkan kalau ada yang diasingkan (atas perebutan kekuasaan di jaman dulu) itu sudah sangat hebat,” tambahnya.

Di akhir topik, Dubes Najib mengingatkan bahwa perkembangan demokrasi di dunia, terutama di Spanyol dan Indonesia itu harus disyukuri.

“Sekarang perebutan kekuasaan itu formulanya win-win, tidak seperti di masa lalu. Perebutakan kekuasaan sudah tidak lagi memakai pedang, tetapi dengan pemilu. Ini harus kita syukuri dan pertahankan,” pungkas sang Dubes.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Indonesia Siap Fasilitasi Dialog Junta dan Kelompok Etnis Myanmar

Kamis, 16 Juli 2026 | 14:07

Status Tersangka Febrie Adriansyah Sempat Diralat, Yusril Harap Kejagung On The Track

Kamis, 16 Juli 2026 | 14:05

Kemlu Pastikan Penutupan Bandara di Arab Saudi Tak Berdampak pada Jemaah Umrah Indonesia

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:51

Prabowo Resmikan Groundbreaking PSN LNG Abadi Masela dari Istana

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:47

Kemlu Ungkap Kondisi Terkini WNI Usai AS Kembali Menyerang Iran

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:45

Pemerintah Siapkan Pajak 0 Persen hingga 50 Tahun untuk Pengusaha

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:43

Menko PM Dorong USG Jadi Pusat Lahirnya SDM Unggul Indonesia

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:23

Imparsial Desak Perpres Nomor 66/2025 Dicabut

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:23

Mendagri Pilih Bungkam soal Fenomena Sekolah Sepi Murid

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:22

Lionel Messi Bawa Argentina ke Final Piala Dunia 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:14

Selengkapnya