Berita

UAV switchblade/Net

Dunia

Amerika Melatih Warga Ukraina Menggunakan Drone Pembunuh Switchblade

KAMIS, 07 APRIL 2022 | 09:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah kecil warga Ukraina telah mendapatkan pelatihan di AS tentang cara mengoperasikan drone pembunuh "Switchblade", senjata sekali pakai yang terbang ke target dan meledak saat terjadi benturan.

Hal itu terungkap dalam sebuah pernyataan yang disampaikan seorang pejabat senior pertahanan AS pada Rabu (6/4) waktu setempat.

Reuters
melaporkan, orang-orang Ukraina yang menjalani pelatihan Switchblade dan persenjataan lainnya berjumlah kurang dari selusin. Mereka tiba di AS untuk program pendidikan militer reguler sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari.


“Kami memanfaatkan kesempatan untuk menarik mereka selama beberapa hari dan memberi mereka beberapa pelatihan, terutama tentang UAV switchblade,” kata pejabat senior pertahanan AS yang meminta syarat anonimitas.

Pejabat senior AS tersebut menolak untuk mengatakan di mana pelatihan itu berlangsung atau menawarkan informasi lebih lanjut tentang sistem senjata lain yang sedang mereka latih.

“Harapan kami adalah bahwa orang-orang ini akan kembali ke Ukraina relatif segera seperti semula,” kata pejabat itu kepada wartawan.

Dalam kesaksian baru-baru ini, asisten Menteri Pertahanan untuk Urusan Keamanan Internasional AS, Celeste Wallander, mengatakan Amerika telah berkomitmen untuk mengirim 100 sistem Switchblade ke Ukraina. Drone ini dibuat oleh AeroVironment Inc.

Menteri Pertahanan Lloyd Austin mengatakan pada Selasa bahwa Pentagon mengirim Ukraina dua varian Switchblade, termasuk satu dengan hulu ledak anti-armor.

“Switchblade 600 dan 300 akan bergerak secepat mungkin,” kata Austin kepada Komite Angkatan Bersenjata Dewan Perwakilan Rakyat.

Ukraina diharapkan untuk segera menggunakan 100 sistem pertama yang dikirim.

“Saya yakin bahwa ketika kita mendapatkan set pertama Switchblade, akan ada permintaan langsung dari Ukraina untuk lebih,” kata komandan tertinggi AS di Eropa, Jenderal Angkatan Udara Tod Wolters kepada Kongres pada 30 Maret.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

UPDATE

Dewan Kebon Sirih Tetap Godok Perda DKJ Meski Ibu Kota Belum Pindah

Senin, 18 Mei 2026 | 20:17

Pengamat: Kepemimpinan Buruk Awal Kerusakan Bangsa

Senin, 18 Mei 2026 | 20:02

Oktasari Sabil Raih Gelar Doktor di Malaysia

Senin, 18 Mei 2026 | 19:46

Pernyataan Prabowo soal Dolar Upaya Menenangkan Masyarakat

Senin, 18 Mei 2026 | 19:45

BSI Buka Kembali Scholarship untuk 5.250 Mahasiswa dan Pelajar

Senin, 18 Mei 2026 | 19:37

MPR Putuskan Lomba Ulang LCC Empat Pilar di Kalbar Batal

Senin, 18 Mei 2026 | 19:28

Prabowo Panggil Gubernur BI hingga Menkeu ke Istana, Ini yang Dibahas

Senin, 18 Mei 2026 | 19:15

Mantan ART Lapor ke DPR Pernah Dipukul Erin hingga Kepala Ditendang

Senin, 18 Mei 2026 | 19:08

Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, OJK Jabar Dorong Frontliner Bank Ramah Disabilitas

Senin, 18 Mei 2026 | 19:00

DPR Tagih Janji BI soal Penguatan Rupiah Mulai Juni

Senin, 18 Mei 2026 | 18:55

Selengkapnya