Berita

Akun Twitter Scott Ritter yang diblokir/Net

Dunia

Ragukan Klaim Ukraina Soal Tragedi Bucha, Pensiunan Marinir AS Langsung Diblokir Permanen oleh Twitter

KAMIS, 07 APRIL 2022 | 08:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Raksasa media sosial AS, Twitter, melakukan penangguhan permanen terhadap akun mantan perwira Korps Marinir AS Scott Ritter @RealScottRitter pada Rabu (6/4).

Twitter menuding Ritter terlibat dalam perilaku terlarang karena mempertanyakan klaim pihak berwenang Ukraina tentang tragedi Bucha.

Ritter dikenal sebagai mantan inspektur senjata PBB yang meraguikan klaim AS tentang senjata pemusnah massal Irak, yang diajukan oleh Washington sebagai dalih untuk invasi tahun 2003.


“Jadi. rupanya saya telah diskors dari Twitter. Saya dianggap melakukan kejahatan karena telah menantang narasi  pembantaian Bucha,” kata Ritter di saluran Telegramnya, berbagi tangkapan layar dari pesan yang dia terima dari platform Big Tech tersebut.

“Saya sudah mengajukan banding, jadi siapa yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan,” kata Ritter, menambahkan bahwa “Kebebasan berbicara di Amerika saat ini adalah konsep yang terancam punah.”

Menurut tangkapan layar, sensor Twitter telah memutuskan bahwa Ritter melanggar aturan mereka terhadap 'gangguan dan pelecehan' dengan mengatakan polisi Ukraina telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan di Bucha, dan mencoba mengalihkan kesalahan ke Rusia dengan bantuan AS.

"Tweet Ritter tidak berisi seruan untuk kebencian atau pelecehan, atau keinginan untuk menyakiti siapa pun secara fisik," kata jurnalis Shadowproof Kevin Gosztola, mengatakan bahwa aturan Twitter dapat dipelintir untuk membungkam para kritikus kebijakan luar negeri AS.

"Aturan baru-baru ini diperbarui untuk memasukkan penyangkalan peristiwa korban massal terjadi," kata Gosztola, tetapi dia mengatakan Ritter juga tidak melakukan itu.

Aaron Mate dari Grayzone juga menunjukkan bahwa tidak ada yang sesuai dengan definisi "pelecehan yang ditargetkan" dalam tweet yang ditandai oleh Ritter, dan meminta Twitter untuk membatalkan larangan tersebut.

“Anda menskors seorang veteran Korps Marinir dan mantan kepala inspektur senjata PBB yang dengan berani memperingatkan dunia tentang kebohongan senjata pemusnah masal Irak (pemerintahan) Bush. Membungkam suara perbedaan pendapat akan membuat platform Anda tidak dapat digunakan," tweet Mate.

Ritter adalah pensiunan Marinir AS yang telah memeriksa senjata Soviet di bawah perjanjian INF yang sekarang sudah tidak berlaku, bekerja sebagai kepala inspektur senjata PBB di Irak dari tahun 1991 hingga 1998, dan bertugas sebagai staf Jenderal Norman Schwarzkopf selama Perang Teluk pertama.

Penangguhan Ritter datang hanya beberapa hari setelah Tesla dan pendiri SpaceX, Elon Musk duduk di dewan direksi Twitter.  Musk, pemegang saham individu tunggal terbesar platform tersebut disebut-sebut membenci Vladimir Putin dan pernah menantang Presiden Rusia itu untuk duel.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

UPDATE

Dewan Kebon Sirih Tetap Godok Perda DKJ Meski Ibu Kota Belum Pindah

Senin, 18 Mei 2026 | 20:17

Pengamat: Kepemimpinan Buruk Awal Kerusakan Bangsa

Senin, 18 Mei 2026 | 20:02

Oktasari Sabil Raih Gelar Doktor di Malaysia

Senin, 18 Mei 2026 | 19:46

Pernyataan Prabowo soal Dolar Upaya Menenangkan Masyarakat

Senin, 18 Mei 2026 | 19:45

BSI Buka Kembali Scholarship untuk 5.250 Mahasiswa dan Pelajar

Senin, 18 Mei 2026 | 19:37

MPR Putuskan Lomba Ulang LCC Empat Pilar di Kalbar Batal

Senin, 18 Mei 2026 | 19:28

Prabowo Panggil Gubernur BI hingga Menkeu ke Istana, Ini yang Dibahas

Senin, 18 Mei 2026 | 19:15

Mantan ART Lapor ke DPR Pernah Dipukul Erin hingga Kepala Ditendang

Senin, 18 Mei 2026 | 19:08

Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, OJK Jabar Dorong Frontliner Bank Ramah Disabilitas

Senin, 18 Mei 2026 | 19:00

DPR Tagih Janji BI soal Penguatan Rupiah Mulai Juni

Senin, 18 Mei 2026 | 18:55

Selengkapnya