Petugas mengangkut jenazah warga sipil yang ditemukan di Bucha/Net
Rusia membantah keras klaim Ukraina bahwa Kremlin bertanggung jawab penuh atas kematian ratusan warga sipil di Bucha.
Moskow meminta pertemuan khusus Dewan Keamanan PBB (DK PBB) untuk membahas klaim bahwa pasukan Rusia melakukan kekejaman terhadap warga sipil Ukraina di Bucha, sebuah kota di dekat kota Kiev.
Perwakilan Rusia untuk DK PBB, Dmitry Polyanskiy mengatakan, penyelidikan menyeluruh diperlukan untuk membuktikan klaim tersebut.
“Mengingat provokasi keji Ukraina di #Bucha, Rusia meminta pertemuan #Dewan Keamanan PBB pada Senin 4 April,†cuit Polyanskiy, di Twitter pada Minggu (3/4), seperti dilaporkan
Reuters.
Ukraina dan para pemimpin Barat telah meledak dalam kemarahan atas penemuan kuburan massal dan ratusan orang tewas di Bucha. Semua mata secara langsung tersorot pada Rudia dan menyalahkan Moskow atas pembunuhan warga sipil tersebut.
Moskow sekarang menuntut sidang darurat Dewan Keamanan PBB pada Senin 4 April untuk membuktikan tuduhan itu. Rusia adalah anggota tetap dari 15 anggota badan tersebut.
Polyansky menekankan pihaknya membuat permintaan itu karena Rusia tidak ingin ada lagi provokasi terang-terangan dari Ukraina dan negara-negara Barat.
Kementerian Pertahanan Rusia telah mengeluarkan pernyataan bahwa semua pasukan Rusia telah meninggalkan kota-kota di sekitar Kiev, sejak 30 Maret, sementara apa yang dituding "bukti kejahatan" baru muncul empat hari kemudian, ketika petugas Dewan Keamanan Ukraina tiba di kota itu, seperti dilaporkan
TASS. Kementerian juga mengatakan bahwa walikota Bucha, Anatoly Fedoruk, menegaskan dalam pidato videonya pada 31 Maret bahwa tidak ada pasukan Rusia di kota itu. Dia bahkan tidak menyebutkan tentang orang sipil yang ditembak mati di jalan dengan tangan terikat seperti klaim yang berkembang belakangan ini.
Namun, mengapa sekarang klaimnya berbeda?