Berita

Petugas mengangkut jenazah warga sipil yang ditemukan di Bucha/Net

Dunia

Meradang Dituduh Lakukan Pembunuhan Sipil di Bucha, Moskow Tantang Ukraina di DK PBB

SENIN, 04 APRIL 2022 | 12:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia membantah keras klaim Ukraina bahwa Kremlin bertanggung jawab penuh atas kematian ratusan warga sipil di Bucha.

Moskow meminta pertemuan khusus Dewan Keamanan PBB (DK PBB) untuk membahas klaim bahwa pasukan Rusia melakukan kekejaman terhadap warga sipil Ukraina di Bucha, sebuah kota di dekat kota Kiev.

Perwakilan Rusia untuk DK PBB, Dmitry Polyanskiy mengatakan, penyelidikan menyeluruh diperlukan untuk membuktikan klaim tersebut.


“Mengingat provokasi keji Ukraina di #Bucha, Rusia meminta pertemuan #Dewan Keamanan PBB pada Senin 4 April,” cuit Polyanskiy, di Twitter pada Minggu (3/4), seperti dilaporkan  Reuters.

Ukraina dan para pemimpin Barat telah meledak dalam kemarahan atas penemuan kuburan massal dan ratusan orang tewas di Bucha. Semua mata secara langsung tersorot pada Rudia dan menyalahkan Moskow atas pembunuhan warga sipil tersebut.

Moskow sekarang menuntut sidang darurat Dewan Keamanan PBB pada Senin 4 April untuk membuktikan tuduhan itu. Rusia adalah anggota tetap dari 15 anggota badan tersebut.

Polyansky menekankan pihaknya membuat permintaan itu karena Rusia tidak ingin ada lagi provokasi terang-terangan dari Ukraina dan negara-negara Barat.

Kementerian Pertahanan Rusia telah mengeluarkan pernyataan bahwa semua pasukan Rusia telah meninggalkan kota-kota di sekitar Kiev, sejak 30 Maret, sementara apa yang dituding "bukti kejahatan" baru muncul empat hari kemudian, ketika petugas Dewan Keamanan Ukraina tiba di kota itu, seperti dilaporkan TASS.

Kementerian juga mengatakan bahwa walikota Bucha, Anatoly Fedoruk, menegaskan dalam pidato videonya pada 31 Maret bahwa tidak ada pasukan Rusia di kota itu. Dia bahkan tidak menyebutkan tentang orang sipil yang ditembak mati di jalan dengan tangan terikat seperti klaim yang berkembang belakangan ini. Namun, mengapa sekarang klaimnya  berbeda? 

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya