Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Aliansi Mahasiswa Masyarakat Cinta Damai Tolak Kedatangan Putin di G20

SENIN, 04 APRIL 2022 | 08:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perang di Ukraina telah menimbulkan krisis kemanusiaan yang berdampak luar biasa. Aliansi Mahasiswa Masyarakat Cinta Damai menyerukan agar semua pihak tidak berdiam diri dan segera bersama-sama menyerukan penolakan terhadap kekerasan yang ditimbulkan dari invasi Rusia.

“Kami dari Aliansi Mahasiswa Masyarakat Cinta Damai tidak bisa berdiam diri tanpa melakukan apa pun dengan melihat kejahatan dan kekejaman pasukan Rusia di Ukraina," ujar Agung Wisnu Hidayat, dalam pernyataan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (3/4).

Agus menyebut bahwa efek perang tersebut sangat dahsyat, yang juga bisa dirasakan di Indonesia seperti harga-hara yang melambungnya tinggi. Ia juga mengatakan sudah tidak tahan lagi melihat penderitaan akibat peperangan di Ukraina.


"Bagaimana dengan Anda? Kita merasa terdorong memakai hak demokrasi kita untuk bersuara membela perdamaian!” ujarnya.

Sebagai bentuk protesnya, Aliansi Mahasiswa Masyarakat Cinta Damai akan menyelenggarakan Aksi Damai pada Rabu 6 April di Kedutaan Besar Ukraian dan Rusia, dengan beberapa tuntutannya. Salah satunya salah menolak kedatangan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan G20 di mana Indonesia akan menjadi tuan rumah.

"Situasi perang dan penderitaan rakyat Ukraina menyentuh hati masyarakat dunia. Bahaya pecahnya perang nuklir mencemaskan seluruh dunia. Bersama ini kami menyampaikan keprihatinan atas keadaan perang di Ukraina. Tuntutan kami adalah; Hentikan perang dan hentikan segala ancaman memakai senjata nuklir," kata Agus.

Hal lain dari tuntutan aliansi yang bermarkas di Tangerang ini adalah menarik semua pasukan dan tentara Rusia keluar dari Ukraina, menghentikan pelanggaran HAM yg terjadi di Ukraina, menghormati hak menentukan nasib sendiri rakyat Ukraina, sesuai yang tertera di Piagam PBB.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya