Berita

Markas NATO di Brussel/Net

Dunia

Pakar: Bukan Menjadi Penjamin Keamanan, NATO Lebih Tepat Disebut sebagai Pencipta Krisis

SENIN, 04 APRIL 2022 | 07:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) terus mendekati "garis merah" Rusia dengan langkahnya memperluas perbatasan ke timur. Itu berarti, menurut Wakil Ketua Dewan Federasi Majelis Federal Rusia Konstantin Kosachev, NATO menjadi sumber krisis dan konflik.

“NATO bukan penjamin keamanan untuk Eropa tetapi penjamin masalah untuk keamanannya, bukan solusi tetapi sumber krisis dan konflik. Dengan memindahkan tirai besi ke timur, NATO tidak memperluas ruang demokrasi tetapi secara konsisten mendekati garis merah kami," kata Kosachev.  

NATO juga tidak punya kemampuan bernegosiasi. "Dan ini, mungkin, kesimpulan paling menyedihkan," tambahnya.


Menyambut peringatan hari jadi NATO, Kosachev mengeluarkan semua unek-uneknya.

NATO, organisasi militer internasional yang bertujuan untuk keamanan bersama para anggotanya, diresmikan pada 4 April 1949 di Washington DC. Pada awalnya, NATO dibentuk untuk menekan pengaruh komunis dari Uni Soviet dengan aliansi saingannya, yaitu Pakta Warsawa, pada era Perang Dingin.

Kosachev yang kecewa dengan NATO mengatakan, ucapan selamat pada hari jadi itu berlebihan karena hampir tidak ada aliansi lain yang memainkan "peran yang tidak menyenangkan" dalam sejarah umat manusia.

Di hari peringatan lahirnya NATO ini, mungkin adalah saat yang tepat untuk introspeksi dan mengingat lagi masalah apa saja yang diciptakan yang kemudian harus diperbaiki, menurut Kosachev. Ia melihat misi yang diklaim NATO dengan kenyataan jelas berbeda.

“Hanya orang yang membaca secara eksklusif buletin NATO yang akan mempercayai kisah-kisah tentang sifat defensif aliansi tersebut," kata Kosachev.

AS sendiri menghabiskan hampir enam triliun dolar untuk melakukan perang dalam waktu kurang dari dua dekade, menurutnya, sementara tidak ada satu pun perang yang dilakukan di negara-negara aliansi sendiri.

"Sedangkan jumlah korban asing dari 'aliansi defensif' bahkan menurut perkiraan AS berjumlah ratusan ribu," papar Kosachev.

Rusia dikenal sebagai musuh utama NATO sejak lama. Namun,  bukan hanya Rusia saja yang menilai langkah NATO seringkali berseberangan. Bahkan, anggotanya sendiri kerap mengecam keputusan NATO. Presiden Prancis Emmanuel Macron, misalnya, yang pada 2019 pernah mengecam NATO dengan 'mati otak' saat para anggotanya sibuk membahas anggaran bukannya fokus dalam mekanisme koordinasi dan strategi militer.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

UPDATE

Dewan Kebon Sirih Tetap Godok Perda DKJ Meski Ibu Kota Belum Pindah

Senin, 18 Mei 2026 | 20:17

Pengamat: Kepemimpinan Buruk Awal Kerusakan Bangsa

Senin, 18 Mei 2026 | 20:02

Oktasari Sabil Raih Gelar Doktor di Malaysia

Senin, 18 Mei 2026 | 19:46

Pernyataan Prabowo soal Dolar Upaya Menenangkan Masyarakat

Senin, 18 Mei 2026 | 19:45

BSI Buka Kembali Scholarship untuk 5.250 Mahasiswa dan Pelajar

Senin, 18 Mei 2026 | 19:37

MPR Putuskan Lomba Ulang LCC Empat Pilar di Kalbar Batal

Senin, 18 Mei 2026 | 19:28

Prabowo Panggil Gubernur BI hingga Menkeu ke Istana, Ini yang Dibahas

Senin, 18 Mei 2026 | 19:15

Mantan ART Lapor ke DPR Pernah Dipukul Erin hingga Kepala Ditendang

Senin, 18 Mei 2026 | 19:08

Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, OJK Jabar Dorong Frontliner Bank Ramah Disabilitas

Senin, 18 Mei 2026 | 19:00

DPR Tagih Janji BI soal Penguatan Rupiah Mulai Juni

Senin, 18 Mei 2026 | 18:55

Selengkapnya