Berita

Himalaya/Foto: Jackson Groves/Montagnes

Dunia

Nepal Tolak Permintaan Ukraina Agar Pendaki Rusia Dilarang Mendaki Himalaya

RABU, 30 MARET 2022 | 09:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Permintaan Ukraina agar tim pendaki gunung Rusia dilarang dari Himalaya mendapat penolakan dari pemerintah Nepal.

Dalam pernyatannya, Direktur Departemen Pariwisata Nepal Taranath Adhikari mengatakan pada Selasa (29/3) bahwa negaranya tidak akan menghentikan pendaki Rusia mendaki puncak Himalaya.

"Tidak ada perubahan dalam kebijakan kami sejauh ini," kata Adhikari kepada BBC.


“Kami percaya gunung kami adalah aset global dan warga negara mana pun yang ingin mengunjunginya untuk mencapai perdamaian harus diizinkan melakukannya, selama mereka melakukannya dalam ketentuan hukum kami,” tambahnya.

Dalam sebuah surat kepada pemerintah Nepal pekan lalu, kedutaan Ukraina untuk India dan Nepal di New Delhi mencatat bahwa atlet Rusia telah dilarang dari Komite Olimpiade Internasional dan banyak organisasi olahraga dunia lainnya.

“Dengan mempertimbangkan hal di atas, pihak Nepal yang terhormat dengan hormat diminta untuk melarang tim pendaki gunung Rusia sampai akhir invasi Rusia ke Ukraina,” bunyi surat itu, dengan salinan asli menggunakan huruf kapital nama setiap negara yang terlibat kecuali Rusia.

Pengibaran bendera Rusia di atas pegunungan Nepal, surat itu menyimpulkan, adalah “masalah moral yang mendalam.”

Menurut laporan media, sembilan pendaki Rusia telah menerima izin untuk mendaki di Nepal musim semi ini. Satu telah diizinkan untuk mendaki Annapurna I, sementara delapan lainnya telah diizinkan untuk mendaki puncak di bawah 6.500 meter.

"Kami adalah operator profesional, dan kami melayani klien kami terlepas dari kebangsaan mereka," kata Presiden Asosiasi Operator Ekspedisi Nepal Dambar Parajuli kepada BBC.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya