Berita

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi/Net

Politik

Tak Bisa Ditawar-tawar, Jokowi Harus Berani Lawan Oligarki dan Kroninya yang Ingin Tunda Pemilu

SENIN, 14 MARET 2022 | 10:24 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Para oligarki dan kroninya dianggap ketakutan jika rakyat sebagai pemegang kedaulatan bakal berupaya agar Pemilu 2024 tetap berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi mengatakan, Pemilu 2024 harus jalan sesuai agenda yang telah ditetapkan KPU, sebagai wujud dari kedaulatan rakyat.

"Tidak bisa ditawar-tawar, karena sesuai konsitusi. Korea Selatan saja sukses adakan pemilu di tengah pandemi. Dan terpilih presiden Korsel yang antikorupsi. Selamat atas presiden baru Korea Selatan," ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (14/3).


Karena, menurut Muslim, jika Pemilu 2024 ditunda maka menunjukkan bukti kegagalan Jokowi dalam menjalankan pemerintahan pada periode kedua ini.

"Jika tunda pemilu dan perpanjang jabatan Jokowi, Itu adalah kegagalan Jokowi dan harus segera mundur," tegas Muslim.

Untuk itu, Jokowi pun diminta untuk berani melawan kekuatan oligarki yang ketakutan jika pemilu digelar sesuai jadwal.

"Maka dosa-dosa besar para oligarki akan diungkap pemimpin masa depan," sambungnya.

Muslim melihat ada kekhawatiran kuat dari para oligarki jika pemilu dilaksanakan sesuai jadwal dan rakyat pemegang kedaulatan tetap berdaulat.

"Para oligarki dan genknya terlibas. Makanya, diakali agar pemilu ditunda dan perpanjang jabatan Jokowi untuk lindungi mereka," pungkas Muslim.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya