Berita

Ketua DPC PKB Karawang, Rahmat Hidayat Djati/RMOLJabar

Politik

Andalkan Banyak Darah Muda, PKB Karawang Optimistis Lipatgandakan Suara pada Pemilu 2024

KAMIS, 10 MARET 2022 | 17:25 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Ambisi besar dicanangkan Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Karawang yang ingin melipatgandakan raihan suara Pemilu. Pada 2024 mendatang, partai kaum Nahdliyin ini menargetkan 300 ribu suara.

Disampaikan Ketua DPC PKB Karawang, Rahmat Hidayat Djati, melalui penataan struktur organisasi dan pelibatan kader-kader muda, pihaknya optimistis bisa meraih target yang sudah ditetapkan.

"Selaku Ketua DPC melihat potensi kaum milenial untuk menjadi kepengurusan itu maksimal 35 tahun. Kalau di atas itu ditempatkan di Dewan Suro, istilah lainnya Penasihatnya," kata Rahmat kepada Kantor Berita RMOL Jabar, Kamis (10/3).


Sosok yang kerap disapa Rahmat Toleng ini menambahkan, selama 7 bulan memimpin dirinya fokus membentuk 'squad' anak-anak muda untuk mengisi jabatan pengurus partai.

“Rata-rata tiap kecamatan ada 15 anak muda menjadi pengurus. Di Karawang termasuk tinggi hampir 75 persen anak muda dan 25 persen sisanya usia di atas 35 tahun atau para sepuh," papar Rahamat.

Dengan bermodalkan darah muda, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ini mengaku optimistis 134 ribu suara yang diraih PKB Karawang pada Pemilu 2019 bisa dilipatgandakan pada 2024 menjadi 300 ribu suara.

Lanjut Rahmat Toleng, banyak masyarakat yang menaruh simpati kepada PKB. Pasalnya, ujar dia, PKB menghadirkan berbagai program konkret dari mulai aspirasi pembangunan jalan, sarana pendidikan dan keagamaan, juga program beasiswa.

 â€œTerbukti, elektabilitas Partai Kebangkitan Bangsa saat ini sedang naik, apalagi selain menyasar warga Nahdiyin PKB juga menyasar para pemilih pemula, para kaum milenial,” tutupnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya