Berita

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dinilai punya posisi tawar cukup besar pada 2024/Ist

Politik

Dinilai Punya Daya Tawar Besar pada Pilpres 2024, Khofifah Disarankan Pintar Melihat Momentum

SENIN, 07 MARET 2022 | 09:00 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Daya tawar Khofifah Indar Parawansa dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang dinilai cukup besar. Realitas politik itu membuat banyak calon kandidat di Pilpres 2024 mendatang bergantian menemui Ketua Umum PP Muslimat itu.

“Calon perempuan jumlahnya sedikit dan Bu Khofifah daya tawarnya lumayan besar,” kata dekan Universitas Trunojoyo (UTM) Madura, Surokim Abdussalam, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Senin (7/3).

Surokim menyarankan kepada Gubernur Jawa Timur itu untuk jeli memilih jika ditawari maju menjadi pendamping di Pilpres 2024. Momentum politik harus tetap dikedepankan, agar bisa meraih kemenangan.


“Tetapi pesan saya tetap harus hati-hati. Harus cermat melihat momentum di 2023. Kalau momentum di Prabowo apakah sudah lewat,” tambah peneliti dari SSC itu.

Sejumlah ketua parpol dan calon kandidat di Pilpres 2024 menyambangi Jatim sekaligus menemui Khofifah beberapa waktu lalu. Mulai dari Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketum Nasdem Surya Paloh, hingga Ketum Golkar Airlangga Hartarto.

Bahkan Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani sempat memberikan keris, titipan  Ketum Gerindra, Prabowo Subianto.

Yang terbaru, Ketua DPR RI Puan Maharani juga berkunjung ke Jatim dan bertemu Khofifah. Ketua DPP PDIP yang dikabarkan akan dijagokan di Pilpres 2024 itu sempat dibonceng Khofifah di pulau Gili Iyang, dengan menggunakan motor merah, menikmati oksigen terbaik di dunia.

Surokim memprediksi, Khofifah akan benar-benar mengambil keputusan politik pada 2023 mendatang. Ketika arah politik masing-masing parpol sudah terbaca di Pilpres 2024 nanti.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya