Berita

Presiden Jokowi disarankan segera ambil sikap tegas tolak Pemilu 2024 diundur/Net

Politik

Soal Pemilu Diundur Jokowi Diingatkan, Gaya Politik Pura-pura Tidak Tahu Harus Dihilangkan

SABTU, 05 MARET 2022 | 05:50 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Diamnya Joko Widodo terkait wacana penundaan Pemilu serentak memunculkan kejanggalan. Sebab, respons Jokowi terhadap isu perpanjangan masa jabatan presiden pasti akan memberi penafsiran.

Direktur Riset Indonesian Presidential Studies (IPS), Arman Salam menyatakan bahwa Presiden Jokowi seakan tidak paham tentang polemik yang ada. Ia mensinyalir respons yang salah sasaran itu adalah bagian strategi untuk mengelabuhi publik terhadap target yang sesungguhnya.

Pendapat Arman, dalam situasi seperti saat ini, penolakan yang disampaikan presiden terkait pertambahan periodisasi jabatan presiden memberikan nilai positif. Jokowi akan dipandang kepala pemerintahan yang taat konstitusi.


Ia melihat, isu perpanjangan masa jabatan presiden yang ramai disuarakan oleh para ketua partai adalah nilai tawar dari cek ombak penolakan publik terhadap penawaran pertambahan periodisasi masa jabatan.

"'Ya kalau tidak boleh tiga periode nambah sedikit bolehlah', itulah bergainingnya," demikian analisa Arman kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (5/3).

Arman pun menyarankan pada Jokowi untuk tegas menolak isu perpanjangan masa jabatan presiden. Dengan sikap jelas, polemik penundaan Pemilu akan cepat tuntas.

"Jangan berpura pura tidak nyambung, (Jika Jokowi tegas penolak) ada kepastian politik sehingga partai atau calon kontestan Pemilu tidak maju mundur dalam melangkah serta tidak merusak tatanan sistem demokrasi dalam bernegara yang sudah dibangun," jelas Arman.

Ia mengingatkan pada Jokowi bahwa gaya politik pura-pura tidak tahu harus dihilangkan.

"Jangan pernah menganggap masyarakat bodoh atau jangan membodohi masyarakat dengan tes-tes murahan untuk melanggengkan kekuasaan," pungkasnya.

Menurut Arman, jika presiden tidak terlibat segera ambil langkah tegas dengan memberikan pernyataan sikap.

"Dan bila perlu hukum aktor aktor konyol yang oportunis ini agar masyarakat tidak gaduh," pungkasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya