Berita

Gubernur Jatim Khofifah saat tinjau langsung harga bahan pokok di Pasar Besar Kota Pasuruan, Jawa Timur/Ist

Nusantara

Jelang Bulan Ramadhan, Khofifah Pantau Langsung Harga Bahan Pokok di Pasar

SABTU, 05 MARET 2022 | 00:59 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Menjelang bulan Ramadhan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memantau langsung harga bahan pokok di Pasar Besar, Kota Pasuruan, Jumat (4/3).

Ia ke Pasuruan, sekaligus memantau proses pendistribusian 6 ton minyak goreng curah bagi pedagang.

Dalam peninjauan tersebut Gubernur Khofifah didampingi Wakil Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo beserta jajaran dinas terkait. Khofifah sempat bertinteraksi langsung dengan para pedagang.


Fakta di lapangan menunjukan bahwa harga daging sapi maupun ayam masih dalam kondisi stabil. Tetapi harga cabai merah, cabai rawit dan bawang merah mengalami kenaikan dua sampai lima ribu per kilonya.

"Alhamdulillah, stok relatif aman meski ada beberapa kebutuhan pokok yang naik seperti cabai merah , cabai rawit dan bawang merah. Kenaikan diduga akibat faktor cuaca," ungkap Khofifah usai peninjauan.

"Pada dasarnya harga dan supplai daging sapi stabil. Masih aman kondisinya. Harga daging sapi berada pada kisaran 100.000 hingga 120.000/kg sesuai jenis dan kualitasnya," imbuhnya.

Di pasar tersebut Khofifah juga memantau harga tempe dan tahu. Diketahui, para pedagang lebih memilih menaikkan harga tahu dan tempe namun dengan ukuran yang sama. 

"Berbeda saat di Madiun, pedagang lebih memilih harga sama , sizenya dikurangi. Namun untuk di Kediri dan Nganjuk memilih opsi seperti Kota Pasuruan, yakni size sama harga dinaikkan untuk tahu dan tempe," terangnya.

Khofifah menuturkan, konsumsi kedelai di Jatim untuk sekitar 155 ribu pengusaha tempe dan tahu memang 85 persen masih impor dari luar negeri.

Ia pun mengusulkan solusi Food Estate yang ada di Kalimantan Tengah untuk bisa dimanfaatkan sepanjang tahun sebagai upaya sustainibility mengingat di Jatim dan beberapa daerah lain tanaman kedelei biasanya ditanam sebagai penyela.

Misalnya dalam setahun dua kali tanam padi dan sekali tanam kedelai. Sehingga total produksinya tidak bisa memenuhi total kebutuhan pengrajin tahu tempe di dalam negeri.

"Kita sudah komunikasikan dengan pemerintah pusat  bagaimana sustainability kedelai bisa dipenuhi oleh Pemerintah antara lain bisa menggunakan Food Estate di Kalimantan Tengah untuk  didedikasikan secara kontinyu penanaman kedeleinya," kata Khofifah.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya