Berita

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia terbakar pada Jumat pagi, 4 Maret 2022/Net

Dunia

Boris Johnson dan Joe Biden Kecam Keras Penembakan Terhadap Pembanglit Listrik, Minta Putin Hentikan Serangan

JUMAT, 04 MARET 2022 | 13:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Australia bereaksi keras atas peristiwa terbakarnya salah satu pembangkit listrik terbesar di Eropa yang ada di Ukraina.

Pasukan Rusia pada Jumat pagi (4/3) melakukan serangkaian penembakan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia, memicu kekhawatiran luas tentang keamanan infrastruktur atom Ukraina.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson segera melakukan panggilan telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Ia mengatakan akan segera melakukan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB dalam upaya untuk gencatan senjata.


Downing Street menyebut situasi di Zaporizhzhia "sangat memprihatinkan".

Juru bicara pabrik tersebut Andriy Tuz mengatakan kepada televisi Ukraina bahwa peluru jatuh langsung ke pabrik Zaporizhzhia dan telah membakar salah satu dari enam reaktor fasilitas tersebut. Petugas pemadam kebakaran tidak bisa mendekati api karena mereka ditembak, kata Tuz.

Menurut Badan Energi Atom Internasional (IAEA) kebakaran tersebut tidak menyebabkan perubahan tingkat radiasi pabrik. Penembakan atau kebakaran juga tidak menyebabkan kerusakan pada peralatan "penting".

Namun begitu, baik Boris maupun Zelensky mengecam keras tindakan Rusia itu dan sepakat bahwa Rusia harus bertanggung jawab atas langkahnya. Kedua pemimpin juga menekankan agar Rusia segera menghentikan serangannya.

“Perdana Menteri mengatakan tindakan sembrono Presiden Putin sekarang dapat secara langsung mengancam keselamatan seluruh Eropa. Dia mengatakan Inggris akan melakukan apa saja untuk memastikan situasi tidak memburuk lebih lanjut, isi pernyataan kantor Perdana Menteri Inggris, seperti dikutip dari Sky News.

Presiden AS Joe Biden juga segera menghubungi Zelensky terkait kebakaran itu, seperti dikatakan Gedung Putih. Selama percakapan, Biden juga mengutuk keras tindakan pasukan Rusia dan dan mendesak Putin untuk menghentikan serangan.

Biden juga menerima pembaruan tentang situasi dari wakil sekretaris Departemen Energi AS untuk keamanan nuklir, kata Gedung Putin.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya