Berita

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen/Net

Dunia

Federasi Jurnalis Eropa Kecam Keputusan UE Melarang Siaran Televisi Rusia

KAMIS, 03 MARET 2022 | 09:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keputusan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen melarang siaran saluran televisi RT, sebelumnya dikenal sebagai Russia Today, di seluruh Uni Eropa dikecam Federasi Jurnalis Eropa (EFJ).

EFJ, yang mewakili 320.000 jurnalis di seluruh Eropa, menyebut keputusan Presiden Komisi Eropa "kontraproduktif" dan mempertanyakan haknya untuk membuat keputusan tersebut.

"Tindakan penyensoran ini dapat memiliki efek yang benar-benar kontraproduktif pada warga yang mengikuti media yang dilarang," kata Sekretaris Jenderal EFJ Ricardo Gutierrez dalam sebuah blog, seperti dikutip dari AP, Kamis (3/3).


"Selalu lebih baik untuk melawan disinformasi dari propagandis atau media yang diduga propagandis dengan mengekspos kesalahan faktual mereka atau jurnalisme yang buruk, dengan menunjukkan kurangnya kemandirian finansial atau operasional mereka, dengan menonjolkan kesetiaan mereka pada kepentingan pemerintah dan pengabaian mereka terhadap kepentingan publik," ujarnya.

Gutierrez dalam blog nya juga mengatakan bahwa keputusan Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa menyatakan bahwa pelarangan media harus didasarkan pada dasar hukum yang kuat dan elemen objektif, untuk menghindari kesewenang-wenangan.

"UE tidak memiliki hak untuk memberikan atau menarik lisensi penyiaran, yang merupakan kompetensi eksklusif (individu) negara," katanya.

RT adalah jaringan televisi internasional yang dikendalikan negara Rusia yang beroperasi langsung ke pemirsa di luar Rusia. Ini juga menyediakan konten internet dalam bahasa Inggris, Spanyol, Prancis, Jerman, Arab, dan Rusia.

Pada hari Minggu, von der Leyen mengatakan bahwa "UE sedang mengembangkan alat untuk melarang disinformasi beracun dan berbahaya (RT) mereka di Eropa," tanpa memberikan rincian.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Tak Sekadar Acara Formal. Mubes BMK 1957 Hadirkan City Tour di Semarang

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23

BPS Catat Inflasi 2,88 Persen pada Juli 2026, Ini Biang Keroknya

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22

Fahira Idris Desak Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09

Usulan RUU LGSP MUI Jadi Ujian Keseriusan DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:06

Provokasi Bangkrut dari ‘De Volkskrant’

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02

Dewas Soroti Ratusan Pemberitahuan Pro Justitia KPK Terlambat Disampaikan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58

Ponpes Tambakberas Libatkan Santri Jadi Relawan Muktamar NU

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49

Prabowo Akan Terima Kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka Sore Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:46

Indonesia Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:45

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:21

Selengkapnya