Berita

Kedutaan Besar Rusia di London/Net

Dunia

Dubes Rusia: Ancaman dan Diskriminasi terhadap Orang Rusia di Inggris Meningkat

KAMIS, 03 MARET 2022 | 07:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kedutaan Rusia di London tetap berjalan normal di tengah reaksi keras pemerintah Inggris terhadap tindakan invasi Rusia ke Ukraina.

Duta Besar Rusia Andrey Kevin mengakui ada beberapa ancaman terhadap para diplomat mereka yang datang lewat telepon maupun email, tetapi sejauh ini aman dan semua tetap beroperasi seperti biasa

Ancaman-ancaman itu kemudian dialihkan ke nomor telepon yang berbeda di kedutaan.


Sejak invasi Rusia diluncurkan, barisan pengunjuk rasa terlihat di depan kantor kedutaan. Kevin menerangkan, walaupun jumlahnya tidak banyak, kerumuman itu mengganggu arus keluar masuk ke kedutaan.

"Kami tidak membatalkan apa pun. Kantor konsuler terbuka untuk pengunjung, tetapi memang benar bahwa orang-orang yang datang kepada kami harus melewati kerumunan pengunjuk rasa," kata Kevin, di saluran berita televisi Rossiya-24, Rabu (2/3).

Dia menjelaskan, kelompok demonstran hadir di depan kantor konsuler hampir setiap hari. Pada akhir pekan, bahkan pengunjuk rasa itu bisa berjumlah mencapai 500-600 orang.  

"Risiko terluka… Tapi polisi berjaga-jaga. Kami tetap berhubungan dengan mereka. Mereka tetap melakukan tugas mereka," katanya.

Upaya diskriminasi terhadap orang Rusia terjadi di sekolah dan universitas, meningkat dari biasanya sejak invasi terjadi.

"Pada umumnya orang-orang Inggris jauh lebih tidak tertarik dengan apa yang terjadi di Ukraina daripada yang digambarkan di surat kabar," katanya.

Pidato duta besar Rusia di parlemen Inggris dan rencana pidato Jumat di London School of Economics telah dibatalkan karena situasi politik saat ini.

"Kontak kami dengan pihak Inggris mungkin ditunda," kata Kevin.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Prabowo Sampaikan KEM-PPKF di DPR, Purbaya Sebut Ada Pesan Penting

Rabu, 20 Mei 2026 | 02:15

Gibran Berpeluang Jadi Lawan Prabowo pada 2029

Rabu, 20 Mei 2026 | 02:01

Saatnya Menguji Kanal BoP Bebaskan WNI

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:55

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Kadin-Pemkot Jakpus Kolaborasi Berdayakan UMKM

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:18

Empat Tersangka Kasus Penipuan Calon Mitra SPPG Diamankan Polisi

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:16

Ini Respons Airlangga soal Rumor Pembentukan Badan Khusus Ekspor Komoditas

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:00

Razman Nasution Tak Boleh Lolos seperti Silfester Matutina

Rabu, 20 Mei 2026 | 00:30

Putusan MK Wajib Dipatuhi, SE Jampidsus Tak Bisa Buka Tafsir Baru

Rabu, 20 Mei 2026 | 00:11

Alumni Lemhannas Tegas Mendukung Ketahanan Nasional

Rabu, 20 Mei 2026 | 00:02

Selengkapnya