Berita

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez/Net

Dunia

Spanyol Akhirnya Sepakat Kirim Senjata Ofensif ke Ukraina

KAMIS, 03 MARET 2022 | 06:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Langkah sejumlah negara Uni Eropa mengirim senjata ofensif ke Ukraina di tengah invasi Rusia akhirnya diikuti Pemerintah Spanyol.

Pengumuman tersebut disampaikan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez pada Rabu (2/3) waktu setempat. Ini sekaligus melanggar pernyataan sebelumnya, di mana dia menyebutkan bahwa Madrid hanya akan menyumbang perbekalan pertahanan.

"Saya mengumumkan bahwa Spanyol akan mengirimkan materi militer ofensif ke perlawanan Ukraina," kata Sanchez kepada parlemen Spanyol, seperti dikutip dari AP.


Sanchez tidak merinci jenis persenjataan apa tepatnya yang akan disediakan Spanyol untuk Ukraina.

“Untuk ancaman Eropa, kita harus memberikan tanggapan Eropa – terkoordinasi dan bersatu,” kata  Sanchez, menjelaskan keputusannya.

Sanchez juga menambahkan bahwa langkah itu diambil sebagai tanggapan terhadap para pengkritiknya, yang mempertanyakan komitmen pemerintahnya kepada rakyat Ukraina.

Baru-baru ini, Sanchez telah meyakinkan penyiar TVE yang dikelola negara bahwa Spanyol tidak akan mengirim senjata ofensif langsung ke Ukraina.

Saat itu, dia mengatakan negaranya malah akan menawarkan bantuan melalui Fasilitas Perdamaian Eropa, yang sebelumnya telah memutuskan untuk mengalokasikan dana sebesar 500 juta euro untuk mempersenjatai Kiev.

Hingga pekan lalu, Madrid telah memasok 20 ton perlengkapan militer pelindung dan bantuan kemanusiaan.

Tindakan serupa juga telah diberlakukan di Jerman. Meskipun sebelumnya mengesampingkan pengiriman senjata mematikan ke Kiev, Berlin telah menyediakannya dengan rudal anti-tank dan sistem pertahanan udara Stinger.

Lebih dari selusin negara kini telah memasok beberapa bentuk bantuan militer ke Ukraina. Mereka termasuk AS, Inggris, dan Kanada, serta beberapa negara anggota UE, di antaranya Prancis, Portugal, Belgia, dan Republik Ceko.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Prabowo Sampaikan KEM-PPKF di DPR, Purbaya Sebut Ada Pesan Penting

Rabu, 20 Mei 2026 | 02:15

Gibran Berpeluang Jadi Lawan Prabowo pada 2029

Rabu, 20 Mei 2026 | 02:01

Saatnya Menguji Kanal BoP Bebaskan WNI

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:55

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Kadin-Pemkot Jakpus Kolaborasi Berdayakan UMKM

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:18

Empat Tersangka Kasus Penipuan Calon Mitra SPPG Diamankan Polisi

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:16

Ini Respons Airlangga soal Rumor Pembentukan Badan Khusus Ekspor Komoditas

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:00

Razman Nasution Tak Boleh Lolos seperti Silfester Matutina

Rabu, 20 Mei 2026 | 00:30

Putusan MK Wajib Dipatuhi, SE Jampidsus Tak Bisa Buka Tafsir Baru

Rabu, 20 Mei 2026 | 00:11

Alumni Lemhannas Tegas Mendukung Ketahanan Nasional

Rabu, 20 Mei 2026 | 00:02

Selengkapnya