Berita

Anggota Komisi II DPR RI, Syamsurizal/Repro

Politik

Syamsurizal: Jangan Cari Alasan yang Dibuat-buat hanya untuk Menunda Pemilu 2024

SELASA, 01 MARET 2022 | 21:21 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Usulan penundaan Pemilu 2024 yang disuarakan sejumlah elite partai politik harus disertai dengan alasan jelas dan masuk akal.

Sebab menurut anggota Komisi II DPR RI, sejauh ini usulan penundaan pemilu sebagaimana disampaikan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, hingga Menteri Investasi Bahlil Lahadalia terkesan mengada-ada.

"Jangan ke depan ini kita mencari alasan-alasan yang dibuat-buat. Pepatah mengatakan, lebih sulit mencari kerikil di jalan ketimbang mencari alasan,” ucap Syamsurizal dalam diskusi virtual PP GMKI se-Indonesia bertema 'Pemilu 2024, Tetap atau Tunda?', Selasa (1/3).


Ia mengingatkan, usulan penundaan Pemilu 2024 yang berimbas pada perpanjangan jabatan presiden jangan sampai mengesampingkan mengorbankan masa depan bangsa dan negara.

Presiden Joko Widodo akan habis masa jabatannya pada 2024 mendatang dan sudah dua periode. Hal itu sudah sejalan dengan konstitusi dan undang-undang.

"Inipun sudah sejalan dengan yang disimpulkan dalam Pasal 7 UUD 1945,” katanya.

Artinya, kata Syamsurizal, total seorang presiden maksimal hanya dua kali masa jabatan.

"Sudah disampaikan juga Pasal 22E bahwa pemilu diselenggarakan untuk memilih anggota DPR, MPR, DPRD, DPD sebagai bagian partisipasi politik masyarakat menentukan secara legitimate siapa yang akan mewakili masyarakat,” tutupnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya