Berita

Direktur Eksekutif Para Syndicate Ari Nurcahyo saat hadir virtual acara GMPI/Repro

Politik

Ari Nurcahyo: Usulan Pemilu Ditunda karena Elite Tergoda Tambah Durasi Kekuasaan

SELASA, 01 MARET 2022 | 20:59 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Esensi usulan penundaan Pemilu  adalah perpanjangan masa jabatan presiden. Pasalnya, penundaan pemilu tidak ada aturannya, namun perpanjangan masa menjabat presiden bisa diamandemen.

Demikian penjelasan Direktur Eksekutif Para Syndicate Ari Nurcahyo saat hadiri acara Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) dalam acara Webinar Series 7 dengan tema Pemilu 2024, Tetap atau Tunda? secara virtual, Selasa (1/3).

“Soal perpanjangan masa menjabat atau masa jabatan ini ini yang menjadi poin krusial penting baik untuk jabatan di eksekutif legislatif dari pusat sampai ke daerah,” ujar Ari.


Ari Nurcahyo menjelaskan, yang menarik dari kemunculan isu penundaan Pemilu sejak setahun terakhir adalah paralel dengan isu-isu lainnya. Dikatakan Ari, sebelumnya muncul isu presiden tiga periode, kemudian perpanjangan masa jabatan presiden.

Secara psikologis, muncul juga isu memasangkan Jokowi dengan Prabowo Subianto. Wacana itu, kata Ari merupakan isu yang sejenis dengan penundaan Pemilu.

“Intinya adalah ada potensi sekelompok elite yang memang ingin bagaimana melestarikan Jokowi,” ucapnya.

Lebih lanjut Ari menganalisa mereka yang menyuarakan penundaan Pemilu bukan main-main, karena pucuk pemimpin tertinggi yang mengusulkan.

Menurutnya, adanya sinyal untuk penundaan pemilu dan penambahan masa jabatan presiden menjadi godaan bagi penguasa saat ini. Tujuannya, tidak lain untuk mempertahankan durasi kekuasaan mereka.

Analisa Ari, petinggi partai itu menyuarakan penundaan Pemilu karena kenaikan elektabilitas Abdul Muhaimin Iskandar, Zulkifli Hasan dan Airlangga Hartarto tidak signifikan.

"Bagaimana posisi popularitas dan elektabilitas Cak Imin, Airlangga dan PAN sebenarnya menarik untuk dilihat sebenarnya ada quote and quote kekhawatiran dan ketakutan soal elektabilitas di Pilpres dan Pileg,” tutupnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya