Berita

Politikus PPP, Achmad Baidowi/Repro

Politik

Anggaran Pemilu Capai Rp 84 Triliun, Achmad Baidowi: Bukan Jumlah yang Sedikit

SELASA, 01 MARET 2022 | 15:34 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Anggaran Pemilu 2024 yang mencapai Rp 8,4 triliun memunculkan kegelisahan bagi sejumlah pihak. Sebab, anggaran pemilu yang sangat besar itu berpotensi membebani keuangan negara.

Inilah yang juga dirasakan politikus PPP, Achmad Baidowi, yang menangkap pernyataan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar soal pelaku ekonomi yang gelisah dengan ekonomi nasional yang belum pulih dengan baik akibat hantaman Covid-19 selama dua tahun terakhir ini.

“Bisa jadi ada benarnya ya itu, tetapi kita tidak tahu siapa-siapa yang diajak diskusi, tapi paling tidak dari aspek pemulihan ekonomi memang tantangan hari ini faktualnya memang berat,” ucap Awiek, sapaan akrabnya, dalam acara Webinar Series 7 PP GMKI se-Indonesia dengan tema "Pemilu 2024, Tetap atau Tunda?”, Selasa (1/3).


Namun demikian, lanjut Awiek, apakah situasi ekonomi itu harus menunda pelaksanaan Pemilu, masih harus dikaji bersama-sama.

"KPU mengajukan anggaran untuk Pemilu 2024 sebesar Rp.84 triliun tentu itu angka yang cukup besar. Kalau enggak salah itu dua atau empat kali lipat dari Pemilu 2019. Maka itu cukup besar sekali. Dan kalau dikaitkan dengan yang disampaikan oleh Pak Muhaimin maupun Pak Zulhas dan dulu pernah disampaikan oleh Pak Bahlil kaitannya dengan kondisi ekonomi tentu anggaran Rp 84 triliun itu bukan jumlah yang sedikit,” paparnya.

Menurutnya, jika anggarannya itu bisa ditekan, bisa rasionalisasikan, dan bisa diterima masyarakat, bisa saja tidak memberatkan secara ekonomi sehingga pemilunya tetap lanjut.

"Tentu dalam forum ini memiliki ruang yang sama, siapapun termasuk anda memiliki pendapat yang setuju terhadap penundaan Pemilu ya silakan saja menyampaikannya. Termasuk juga bagi teman-teman yang menyatakan tidak setuju terhadap penundaan pemilu juga disampaikan berikut argumentasinya,” tutup Awiek.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya