Berita

Presiden Prancis Emmanuel Macron/Net

Dunia

Bantu Pertahankan Kedaulatan Ukraina, Prancis Kirim Lebih Banyak Peralatan Militer ke Kiev

SENIN, 28 FEBRUARI 2022 | 13:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Prancis akan memperketat sanksi ekonomi terhadap Rusia. Bukan itu saja, pemerintahan Emmanuel Macron akan meningkatkan pasokan peralatan militernya ke Ukraina untuk membantu negara itu mempertahankan kedaulatannya.

Keputusan itu muncul saat sesi dewan keamanan dan pertahanan nasional baru-baru ini. Macron membuat keputusan untuk memperketat sanksi ekonomi dan keuangan dengan berkoordinasi dengan negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.

Macron juga bertekad untuk mengambil langkah-langkah membekukan aset keuangan tokoh publik Rusia di tingkat nasional.


"Pemerintah Prancis akan mengatur pasokan tambahan peralatan militer kepada pihak berwenang Ukraina, dan untuk memberikan bantuan bahan bakar," isi pernyataan administrasi kepresidenan, seperti dikutip dari AP.

Selain Prancis, negarayang meningkatkan bantuan persenjataannya adalah Jerman.

Pasa Sabtu malam (266/2), Jerman mengumumkan pasokan senjata pertamanya ke Ukraina, dengan mengatakan bahwa mereka akan mengirimkan 1.000 senjata antitank dan 500 rudal Stinger ke angkatan bersenjata Ukraina.

Sebelumnya pada hari itu, Jerman mengizinkan Belanda dan Estonia untuk mengirim rudal tua buatan Jerman ke Ukraina.

Ini tentu bertolak belakang dengan pernyataan pemerintah Jerman yang dengan tegas menolak kemungkinan pengiriman semacam itu dan menolak untuk mengizinkan pasokan senjata buatan Jerman oleh negara-negara ketiga yang sedang bertikai.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya