Berita

Protes menentang invasi Rusia ke Ukraina di Dam Square Amsterdam pada 27 Februari 2022/Net

Dunia

Bentuk Lautan Biru Kuning, Ribuan Pengunjuk Rasa di Belanda Desak Rusia-Ukraina Akhiri Perang

SENIN, 28 FEBRUARI 2022 | 08:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ribuan pengunjuk rasa anti perang Rusia di Belanda membentuk lautan biru dan kuning dalam aksi damai yang digelar di bawah kubah Koninklijk Paleis di Dam Square Amsterdam pada Minggu sore (27/2) waktu setempat.

Dalam aksinya mereka meneriakkan slogan-slogan meminta diakhirinya perang. Tercatat ada sekitar 15.000 pengunjuk rasa membanjiri jalan-jalan di sekitar alun-alun dalam aksi menentang invasi Rusia ke Ukraina tersebut.

“Seminggu yang lalu, saya tidak akan pernah berpikir ini akan terjadi," kata seorang pengunjuk rasa kepada yang lain.


Sejumlah anak yang ikut dalam aksi nampak membawa balon biru dan kuning dan para pengunjuk rasa mengangkat tanda ke langit bertuliskan "Tidak ada waktu untuk menunggu" dan "Bertindak sekarang!"

Seorang peserta bernama Katya Diks berdiri terbungkus bendera Ukraina, tersenyum ketika dia melihat seorang gadis kecil bergabung dengan nyanyian dari bahu ayahnya. Diks, yang pindah dari Ukraina ke Belanda lebih dari 20 tahun yang lalu mengaku masih memiliki teman dan keluarga di Kiev dan kota-kota lain yang selalu ada di pikirannya. Baginya, protes tersebut merupakan saluran yang disambut baik untuk mengambil tindakan.

“Setiap pagi bangun tidur dan langsung cek berita di ponsel,” kata Diks.

“Kamu tidak bisa tidur. Anda terus-menerus memeriksa berita,” ujarnya.

Dia juga membawa tas jinjing berisi dana sumbangan untuk disumbangkan ke Yayasan Belanda, yang mengumpulkan makanan dan obat-obatan di alun-alun.

“Saya tidak punya apa-apa di rumah, jadi saya hanya mengambil sabun dan pasta gigi dan semacamnya,” kata Diks.

Pemrotes lain, Julija Smitaite  yang menggambarkan dirinya sebagai “25 persen Rusia, 25 persen Ukraina, sisanya Lituania” memegang spanduk bertuliskan “Lithuania berdiri bersama Ukraina.” Dia bergabung dengan setidaknya 10 orang Lithuania lainnya yang memegang tanda serupa.

“Lituania selalu merasakan solidaritas dengan Ukraina, karena keduanya adalah negara pasca-Soviet,” kata Smitaite, yang berusia delapan tahun pada tahun 1991 ketika tank Soviet meluncur ke ibu kota Lithuania.

“Orang-orang Ukraina ada di sana untuk orang-orang Lithuania ketika kami berjuang untuk kemerdekaan kami,” kenangnya.

“Orang-orang turun ke jalan seperti ini. Pasti ada semacam hubungan saudara dan saudari dengan Ukraina,” lanjut Smitaite.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya