Berita

Eisha M. Rachbini/Net

Politik

Eisha Rachbini: Jika Berkepanjangan, Gejolak Rusia dan Ukraina akan Berdampak pada Rantai Pasok Global

SENIN, 28 FEBRUARI 2022 | 04:30 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Operasi militer Rusia terhadap Ukraina, akan membawa dampak buruk bagi perekonomian global, khususnya terhadap pemulihan ekonomi dunia usai pandemi Covid-19.

Begitu dikatakan pengamat ekonomi dari Universitas Paramadian Eisha M. Rachbini dalam menyikapi konflik Ukraina dan Rusia.

“Jika perang berlanjut, pemulihan ekonomi global juga terancam akan lebih rendah dari prediksi awal,” ujar Eisha dalam keterangannya, Minggu (27/2).


Eisha mengatakan, akibat adanya gejolak antara Rusia dengan Ukraina, pertumbuhan ekonomi global diprediksi rata-rata akan berada di angka 4,4 persen di tahun 2022 dan turun ke 3,8 persen pada tahun 2023.

Selain pertumbuhan ekonomi, lanjut Eisha, harga komoditas dunia pada 2022 tercatat telah mengalami kenaikan.

Pasalnya, Rusia adalah salah satu produsen dunia minyak bumi dan industri pertambangan seperti nikel, alumunium dan palladium. Rusia dan Ukraina juga merupakan eksportir utama gandum.

“Rusia juga produsen kalium karbonat (potash) bahan baku pupuk. Risiko perang akan dapat berdampak pada kenaikan harga minyak bumi yang diperkirakan meningkat mencapai lebih dari 100 dolar AS/barrel. Sementara harga bahan bakar minyak meningkat di AS dan Eropa sebesar 30persen,” urainya.

Satu yang pasti, kata Eisha lagi, jika konflik antara Rusia dan Ukraina ini berkepanjangan, maka akan berdampak negatif bagi rantai pasok koomoditas global.

“Jika supply komoditas dan logistik pengiriman terhambat, serta infrastruktur utama, seperti pelabuhan di area Laut Hitam jika rusak akibat perang, maka negara maju dapat memberikan sanksi banned atas komoditas Rusia. Hal itu pasti akan memperburuk harga komoditas," pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya