Berita

Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi/;Net

Dunia

Menlu Hayashi: Jepang Tangguhkan Visa Masuk dan Bekukan Aset Tiga Bank Rusia di Tokyo

SABTU, 26 FEBRUARI 2022 | 08:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jepang akan menangguhkan penerbitan visa masuk ke negara itu bagi pejabat Rusia yang ditunjuk, sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina. Tidak hanya itu, Jepang juga akan membekukan aset yang dimiliki pejabat Rusia di Jepang.

Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi dalam pernyataannya yang dirilis pada Jumat (25/2) waktu setempat, memaparkan bahwa Jepang mengecam tindakan Rusia yang meluncurkan serangannya pada Kamis (24/2) dan untuk itu negaranya telah menyusun daftar sanksi.

"Tindakan ini jelas melanggar kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina, merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional yang melarang penggunaan kekuatan, dan merupakan pelanggaran berat terhadap Piagam PBB," katanya dalam pernyataannya yang diterbitkan di situs resmi Kementerin Luar Negeri Jepang. Jumat.


Setiap perubahan sepihak dari status quo dengan paksa sama sekali tidak dapat diterima. Ini adalah situasi yang sangat serius yang mengguncang fondasi tatanan internasional tidak hanya di Eropa tetapi juga di Asia.

"Jepang mengutuk tindakan tersebut dalam istilah yang paling keras. Jepang sangat mendesak Rusia untuk menghentikan serangan dan menarik pasukannya kembali ke wilayah Rusia segera," ujar Menlu.

Sanksi lain yang ditetapkan Jepang untuk Rusia adalah membekukan aset tiga bank Rusia yang ada di Jepang, serta membatasi ekspor ke entitas yang terkait dengan militer Rusia.

"Jepang juga melakukan pembatasan pada ekspor barang-barang yang dikendalikan yang terdaftar pada daftar yang disetujui secara internasional, dan barang-barang penggunaan ganda lainnya seperti semikonduktor," isi pernyataan Kementerian Luar Negeri Jepang.

Kementerian akan segera melanjutkan prosedur domestik yang diperlukan untuk mengambil langkah-langkah ini.

"Jepang akan terus melakukan upaya untuk memperbaiki situasi bekerja sama dengan komunitas internasional, termasuk G7, dan berdiri bersama Ukraina dan rakyatnya," tutup Menlu.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya