Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Efektif Pangkas Birokrasi, Pengamat: Sebaiknya Kepala Otorita IKN Dipegang Presiden Jokowi

SENIN, 21 FEBRUARI 2022 | 22:01 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah hingga kini belum menentukan calon Kepala Badan Otorita Ibukota Negara (IKN) Nusantara. Padahal, sesuai dengan aturan kepala badan otorita harus segera ditentukan dua bulan setelah pengesahan UU IKN oleh parlemen.

Pengamat politik Jamiluddin Ritonga mengatakan nama kepala Otorita IKN konon sudah ada di kantong Presiden Joko Widodo. Kabarnya, paling lama pertengahan Maret 2022 nama tersebut akan diumumkan presiden.

Tentunya, kata Jamuluddin, calon Kepala Badan Otorita IKN harus orang yang dipercaya Presiden Jokowi.


"Memang sebaiknya calon Kepala IKN sosok yang dipercaya presiden dan jauh dari perilaku koruptif. Hal itu diperlukan agar pembangunan IKN terbebas dari tindak korupsi,” kata Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (21/2).

Jamiluddin menambahkan, kepala IKN idealnya sosok yang menguasai perencanaan, sehingga bisa  tahu persis implementasinya di lapangan. Dengan begitu, pembangunan IKN benar-benar sesuai dengan desain yang sudah ditetapkan.

"Dua kriteria itu tampaknya ada pada Presiden Jokowi. Karena itu, sebaiknya jabatan Kepala IKN dirangkap oleh presiden,” katanya.

Menurutnya, jika presiden menjadi kepala IKN, mata rantai birokrasi dapat dipangkas. Segala persoalan yang muncul akan dengan cepat diatasi.

"Selain itu, presiden tentu sudah paham betul dengan desain IKN, karena desain yang ada pastinya sudah disetujui presiden. Karena itu, kekurangan pembangunan yang ada di lapangan akan mudah diketahui oleh presiden,” katanya.

Dia menambahkan jika presiden Kepala IKN, maka pihak-pihak yang akan bermain-main dengan anggaran pembangunan IKN dapat direm dengan sendirinya.

"Presiden akan memastikan anggaran pembangunan IKN tidak akan bocor sama sekali. Jadi, banyak keuntungan bila Kepala IKN dirangkap presiden,” pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya