Berita

Cuplikan video saat polisi mengepung masjid di dusun Karaan, Desa Wadas, kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo/Repro

Nusantara

Begini Kronologi Pengepungan Ribuan Polisi ke Desa Wadas Versi Warga

RABU, 09 FEBRUARI 2022 | 02:13 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Aktivitas ribuan polisi yang masuk ke kawasan Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo dijelaskan oleh Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempadewa).

Melalui laman Twitter @wadas_Melawan, Selasa malam (8/2), menceritakan bahwa pada Senin (7/2) ribuan aparat mencoba masuk ke Desa Wadas. Aparat mulai mendirikan tenda di Lapangan Kaliboto, Kecamatan Bener dan mengadakan apel.

"Malam harinya, terjadi pemadaman listrik di Desa Wadas, sementara desa-desa sekitarnya tetap menyala," demikian penjelasan Gempadewa.


Keesokan harinya, Selasa (8/2) sekitar pukul 07.00 WIB, salah satu warga Wadas bersama istrinya yang akan ke Kota Purworejo makan di sebuah warung dekat Polsek Bener. Saat melihat kondisi Polsek itu, tiba-tiba warganya itu didatangi oleh beberapa orang polisi.

Ia kemudian diamankan. Beruntung sang istri berhasil lolos dan kembali ke desanya.

Satu jam kemudian, ribuan polisi bersenjata lengkap dengan anjing melakukan apel. Satu jam kemudian sekitar pukul 09.00 WIB, tim pengukur dari Kantor Pertanahan Purworejo masuk ke Desa Wadas.

"Pukul 9.30 WIB akses masuk ke Desa Wadas sudah dipadati aparat polisi. Beberapa mobil polisi masuk ke Wadas dan merobek serta mencopot poster penolakan terhadap pertambangan di Desa Wadas," jelas Gempadewa.

Diceritakan @Wadas_Melawan, sekitar pukul 10.48 WIB, ribuan aparat berhasil memasuki Desa Wadas. Mereka datang menggunakan motor, mobil dan jalan kaki. Tepat pukul 12.00 WIB aparat polisi mengepung warga yang sedang mujahadah di masjid yang berada di Dusun Krajan.

Di saat bersamaan, proses pengukuran lahan yang dilakukan di hutan tetap berjalan.

"Pukul 12.24 WIB aparat kepolisian mendatangi ibu-ibu yang sedang membuat besek di posko-posko jaga dan merampas besek, pisau dan peralatan dapur untuk membuat besek," demikian kronologinya.

Catatan Gempa Dewa, hingga siang ada 60 orang yang ditangkap dengan alasan tidak jelas. Polisi keliling ke rumah warga tanpa izin pemiliknya.

"Bentak dan makian juga mereka lontarkan kepala pemilik rumah. Padahal banyak perempuan, lansia, dan anak-anak," demikian penjelasan GempaDewa.

Sekitar pukul 13.05 WIB, polisi kembali menangkapi puluhan warga dan anak kecil. Di Desa Wadas dilaporkan warga susah mendapatkan sinyal, sebab ada indikasi di-takedown.

Hinga pukul 17.30 WIB, banyak di antara ibu-ibu Wadas terjebak di masjid. Sementara itu, warga yang membantu ibu-ibu keluar dari masjid langsung digelandang oleh aparat.

"Di tengah kepungan aparat kepolisian, warga di luar masjid masih mencoba mencari cara untuk mengantar minuman kepada warga di dalam masjid," demikian kronologis lengkap versi Gempadewa.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya