Berita

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Ist

Nusantara

Entaskan Kemiskian, Ganjar Pranowo Gandeng BUMN-BUMD Bangun Rumah Hingga Berikan Listrik Murah

SELASA, 11 JANUARI 2022 | 19:12 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng sejumlah perusahaan milik BUMN dan BUMD dalam gerakan konkret mengatasi persoalan kemiskinan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, sejumlah program juga sudah disiapkan, mulai dari pembangunan rumah layak huni hingga bantuan program listrik murah.

Adapun perusahaan pelat merah yang digandeng yakni PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Bank Perkreditan Rakyat Badan Kredit Kecamatan (BPR BKK) se-Jawa Tengah. PLN nantinya bakal memberi bantuan listrik murah, sementara BPR BKK dalam pengadaan rumah layak huni.


"Tadi ada tujuh rumah dengan menggabungkan banyak kegiatan. Pertama memang target kita dalam penurunan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah," ujar Ganjar saat meninjau salah satu rumah warga di Desa Seliling, Kabupaten Kebumen, Selasa (11/1).

Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan, sejumlah bantuan yang diberikan berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan tersebut.

Dia juga mengajak para bupati berperan aktif menangani kemiskinan ekstrem di wilayah masing-masing dengan cara gotong-royong.

"Lalu ada bantuan dari CSR termasuk pemasangan listrik (Program Listrik Murah) dan bantu jamban (Program Rumah Sehat Layak Huni) dari BPR BKK. Saya liat titik tadi pengerjaan bagus," ucapnya.

"Ini saya titip pada Pak Kades sama masyarakat untuk saling membantu. Ternyata, gotong-royong bisa menuntaskan semua urusan," demikian Ganjar. 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya