Berita

Ketua DPR RI Puan Maharani/Net

Nusantara

Puan Ajak Kader PDIP Bantu Jokowi Tangani Pandemi

SENIN, 10 JANUARI 2022 | 20:57 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak seluruh kader PDI Perjuangan (PDIP) untuk ikut berpartisipasi dalam program pemulihan sosial dan ekonomi imbas Pandemi Covid-19. Menurut Ketua DPP PDIP ini, seluruh komponen bangsa harus bergotong royong agar dampak Pandemi Covid-19 terhadap rakyat Indonesia dapat teratasi dengan baik.

Hal tersebut disampaikan Puan saat mengisi Bimbingan Teknis (Bimtek) pada acara HUT ke-49 PDIP  yang diselenggarakan langsung baik secara daring maupun luring, di DPP PDIP, Jakarta Pusat, Senin (10/1).

Puan mengatakan PDI Perjuangan sebagai partai politik di Indonesia telah berdiri selama 49 tahun, dan patut disyukuri kiprah PDI Perjuangan sebagai pemenang pemilu 2019 dapat berpegang teguh pada ideologi Pancasila 1 Juni 1946.


“Dan terus konsisten dalam memperjuangkan Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian berlandaskan Pancasila. Alhamdulillah, kemenangan PDI Perjuangan di Pemilu Legislatif 2019 yang lalu sudah memberikan Partai kita modal yang kuat di pilar legislatif,” ucap Puan.

Mantan Menko PMK ini mengingatkan, sudah hampir 2 tahun Indonesia berada dalam situasi Pandemi Covid-19 yang membuat banyak perubahan di Indonesia. Apalagi dalam beberapa waktu belakangan, terjadi peningkatan kasus Corona buntut munculnya varian baru Covid-19, Omicron.

“Oleh karena itu, kita memahami keputusan Presiden Joko Widodo yang memperpanjang status Pandemi Covid-19 di Indonesia, untuk menekan laju penularan Covid-19 yang masih belum selesai,” ujarnya.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu mengatakan, berbagai kebijakan negara telah dilakukan untuk merespons secara cepat penanganan Pandemi Covid-19. Hal tersebut, kata Puan, demi menyelamatkan rakyat dan menjaga agar fungsi pemerintahan negara dapat terus berjalan dalam memberikan pelayanan umum kepada rakyat.

“DPR RI sejak awal penanganan pandemi Covid-19 telah memberikan dukungan kepada Pemerintahan Jokowi, untuk bertindak cepat dalam upaya menyelamatkan takyat,” sebutnya.

Dukungan yang diberikan DPR kepada pemerintah mulai dari fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Puan pun menyinggung soal percepatan pemulihan ekonomi dan sosial yang sangat ditentukan oleh kemampuan dalam mengantisipasi penyebaran virus, dan memperkuat imunitas.

“Serta adaptasi tata sosial ekonomi masyarakat yang baru, hidup dalam situasi ketidakpastian Pandemi Covid-19 karena pandemi telah mengubah cara berpikir, cara bekerja, dan cara hidup umat manusia, untuk memulai suatu tatanan kehidupan baru yang selalu berada dalam situasi ketidakpastian menghadapi situasi Pandemi Covid-19,” katanya.

Dalam situasi ketidakpastian ini, Puan menyebut semua pihak tidak dapat menunggu sampai Covid-19 dapat ditangani 100 persen atau benar-benar hilang. Sebab sampai saat ini belum ada satu negarapun yang dapat mengatasi Pandemi Covid-19.

“Oleh karena itu, kita harus terus bergerak maju dengan cara berpikir, cara kerja, dan cara hidup yang dapat mengantisipasi dan menghindarkan diri dari resiko Pandemi Covid-19,” tegas Puan.

Cucu Proklamator RI Bung Karno ini pun menyebut pentingnya agenda strategis nasional untuk tetap berjalan tanpa menunggu Covid-19 tuntas. Agenda strategis nasional yang dimaksud Puan seperti penanggulangan kemiskinan, pemerataan pembangunan, pembangunan infrastruktur, peningkatan SDM, reformasi birokrasi, pelayanan kesehatan, dan pelayanan pendidikan.

“Kita juga harus memberikan perhatian kepada generasi muda Indonesia, khususnya anak-anak, dimana selama Pandemi Covid-19, proses belajar dan mengajar dilaksanakan dengan cara virtual, yang telah membatasi cara bersosialisasi anak-anak kita,” demikian Puan Maharani.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya