Berita

Pagar kantor lama Demokrat Lampung dalam kondisi digembok/RMOLLampung

Nusantara

Terpilih sebagai Ketua Demokrat Lampung, Edy Irawan Perintahkan Kantor DPD Digembok

KAMIS, 06 JANUARI 2022 | 08:35 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kantor lama DPD Demokrat Provinsi Lampung di Jl. P Emir Moh Noer, Sumur Putri, Kota Bandar Lampung, kini dalam keadaan terkunci menggunakan gembok dan rantai.

Berdasarkan pantauan Kantor Berita RMOLLampung, pintu gerbangnya tertutup rapat. Kantor partai berlambang bintang mercy itu pun terlihat sepi tanpa penghuni.

Ketika dikonfirmasi alasan kantor dikunci, Sekretaris DPD Demokrat Lampung demisioner, Julian Manaf menjelaskan, rumah yang dijadikan kantor tersebut adalah milik pribadi mantan ketua Ridho Ficardo.


"Itu milik pribadi Ridho, bukan punya Partai Demokrat. Jadi ketua baru (Edy Irawan) harus punya kantor sendiri bila perlu yang dihibahkan ke partai," jelasnya, Rabu (5/1).

Sementara itu, Ketua Demokrat Lampung terpilih, Edy Irawan Arief menjelaskan, dikuncinya kantor lama itu atas perintahnya. Lantaran Demokrat Lampung di masa kepemimpinannya akan memiliki kantor baru.

"Saya yang perintah (kantor dikunci), karena kantor akan pindah di Jl. Cut Nyak Din 99," singkatnya melalui pesan WhatsApp.

Usai Musyawarah Daerah dan menjalankan fit and proper test, DPP Demokrat menetapkan Edy Irawan Arief sebagai Ketua Demokrat Lampung.

Edy menggantikan ketua dua periode Ridho Ficardo. Penetapan tersebut diumumkan Sekjen Teuku Riefky Harsya dan Ketua BPOKK Herman Khaeron, pada Senin kemarin (3/1).

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya