Berita

Pengamat Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Universitas Almuslim, Cut Azizah/Ist

Nusantara

Pengamat: Kerusakan Hulu Das Jambo Aye Penyebab Banjir di Aceh Timur

SELASA, 04 JANUARI 2022 | 08:56 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Aceh Timur merupakan bagian dari daerah aliran sungai (DAS) Jambo Aye. Banjir yang terjadi di daerah itu menjadi cermin kondisi buruk kerusakan hutan di DAS tersebut.

"Jadi DAS Jambo Aye ini hulunya di Aceh Tengah. Mengalir ke Bener Meriah dan hilirnya ke Aceh Timur," kata pengamat Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan dari Universitas Almuslim, Cut Azizah, kepada Kantor Berita RMOLAceh, Senin (3/1).

Menurut Cut Aziziah, kondisi hutan di kawasan hulu Jambo Aye terus berkurang. Hal inilah yang menyebabkan banjir besar terus menerus. Banjir akan terjadi di kawasan DAS Jambo Aye jika hujan terjadi lima hari berturut-turut di kawasan itu.


Untuk itu, banjir yang berulang ini harus diantisipasi dengan langkah sederhana. Dicontohkan Cut Azizah, masyarakat jangan membuat rumah di dekat sempadan sungai.

"Seperti halnya di DAS Arakundo, banyak rumah di kawasan itu yang dibangun di sisi aliran sungai. Areal 100 meter di sisi kiri dan kanan aliran sungai tidak boleh ditinggali," paparnya.

Ia menyarankan agar areal yang ditanami sawit membuat saluran penahan air. Bisa berupa saluran panjang atau lubang. Sehingga saluran dan lubang ini dapat menampung limpahan air hujan dan tidak merendam kawasan permukiman.

Hal itu, lanjutnya, dapat dilakukan sembari menanami kembali lahan kritis di kawasan hutan Aceh.

”Dan yang terpenting adalah, meningkatkan kesadaran lingkungan dan mendorong kebijakan yang berpihak pada perlindungan kawasan hutan,” tegasnya. 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya