Berita

Mantan Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio/Net

Politik

Pesan Mantan Kepala Eijkman: Peneliti Tidak Boleh Nganggur, Dimanapun Tunjukkan Performance

SENIN, 03 JANUARI 2022 | 21:55 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Keputusan memberhentikan peneliti Lembaga Biologi Molekuler Eijkman setelah lembaga itu dilebur ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) disesalkan sejumlah kalangan masyarakat.

Salah satunya diungkapkan mantan Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio. Dia menyebutkan, tidak sedikit dari para peneliti hebat tersebut yang berpotensi akan dilirik negara asing.

Menurutnya, para peneliti Eijkman selama ini sudah memiliki kredibilitas yang mumpuni di bidang penelitian.


"Mungkin ada yang mencoba mengajukan lamaran, karena sebagian besar peneliti itu mereka juga pernah sekolah di luar negeri. Bisa jadi ada asing yang menarik mereka," ujar Amin Soebandrio saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (3/1).

Meski begitu, Amin tidak masalah jika peneliti itu memang memilih menerima pinangan negara lain. Hal ini penting untuk mengembangkan potensi dari peneliti itu sendiri, jika di Indonesia belum mendapatkan penghargaan.

"Saya selalu menyampaikan bahwa mereka tidak boleh berhenti, jadi di manapun mereka bekerja mereka harus memberikan performancenya yang terbaik. Tidak boleh berhenti, enggak boleh nganggur, harus bisa mencari peluang yang ada,” katanya.

Amin mengatakan, peneliti itu pasti kecewa saat diberhentikan. Pasalnya, mereka mengejar pengalaman penelitian jika dibadingkan dengan gaji yang kata dia tidak terlalu besar.

"Barangkali dari segi finansial enggak ada apa-apanya, kecil sekali, tapi pengalaman yang diperoleh kerja di Eijkman itu jauh lebih mahal daripada honor yang mereka terima,” pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Sekjen PBB Kecewa AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yaqut Tersangka Kuota Haji, PKB: Walau Lambat, Negara Akhirnya Hadir

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:15

Gus Yahya Tak Mau Ikut Campur Kasus Yaqut

Jumat, 09 Januari 2026 | 16:03

TCL Pamer Inovasi Teknologi Visual di CES 2026

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:56

Orang Dekat Benarkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Ngadep Jokowi di Solo

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:47

KPK Sudah Kirim Pemberitahuan Penetapan Tersangka ke Yaqut Cholil dan Gus Alex

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:24

Komisi VIII DPR: Pelunasan BPIH 2026 Sudah 100 Persen, Tak Ada yang Tertunda

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:56

37 WNI di Venezuela Dipastikan Aman, Kemlu Siapkan Rencana Kontigensi

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:45

Pilkada Lewat DPRD Bisa Merembet Presiden Dipilih DPR RI

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:40

PP Pemuda Muhammadiyah Tak Terlibat Laporkan Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 14:26

Selengkapnya