Berita

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera/Net

Politik

Sepanjang 2021 Angka Kemiskinan Naik, Mardani Minta Pemerintah Benahi Kebijakan dan Regulasi

JUMAT, 31 DESEMBER 2021 | 16:59 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sepanjang tahun 2021 ini Indonesia dilanda berbagai isu dan keputusan politik yang penting dan krusial bagi hajat hidup masyarakat.

Tercatat sejak bulan Oktober hingga November lalu, sedikitnya ada dua keputusan penting yang diambil oleh Mahkamah Konstitusi terhdap dua atura perundang-undangan.

Pertama, UU 2/2020 tentang Penetapan Perppu Nomor 1/2020 terkait Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid 19. Kemudian yag kedua UU 11/2020 tentang Cipta Kerja.


Begitu yang dikatakan Ketua DPP PKSr Mardani Ali Sera ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL ihwal refleksi pemerintahan Jokowi-Maruf Amin di tahun 2021, Jumat (31/12).

Mardani menyatakan, keputusan Mahkamah Konstitusi yang mengoreksi aspek materil dari UU 2/2020 khusus terkait hak kekebalan hukum penyelenggara negara selama pandemi adalah sejalan dengan sikap politik PKS yang menentang hal tersebut.

"PKS adalah satu-satunya Fraksi yang menolak disahkannya Perpu Nomor 1 Tahun 2020,” ujar Mardani.

Anggota Komisi II DPR RI ini mengatakan, Mahkamah Konstitusi juga memutuskan bahwa UU Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat, karena secara formil UU Cipta Kerja dipaksakan, melanggar prinsip negara hukum dan menabrak nilai-nilai demokrasi.

"Sekali lagi, sikap PKS sejalan dan seirama dengan putusan Mahkamah Konstitusi. Ini membuktikan bahwa konsistensi perjuangan PKS DI DPR RI bersama seluruh elemen masyarakat sipil telah berhasil memperoleh momentum kemenangan secara sah dan konstitusional," ucapnya.

Selama pandemi, kata Mardani, orang miskin di Indonesia bertambah 1,12 juta jiwa dari 26,42 juta jiwa di Maret 2020 menjadi 27,54 jiwa di Maret 2021. Jumlah pengangguran terbuka juga naik 350 ribu jiwa, dari 8,75 juta jiwa di Februari 2021 menjadi 9,1 juta jiwa di Agustus 2021.

"Pandemi juga telah telah mengakibatkan 30 juta UMKM gulung tikar dan 7 juta pekerja informal dari sektor UMKM kehilangan pekerjaan berdasarkan data dari Asosiasi UMKM Indonesia atau AKUMINDO," imbuhnya.

Menurutnya, dengan munculnya data dan fakta tersebut harus menjadikan bahan evaluasi bersama bagi pemerintahan Jokowi-Maruf Amin. Pasalnya, para pendahulu Indonesia telah menitipkan agar pemerintah memberikan asas keadilan bagi rakyat Indonesia untuk menjaga keutuhan bangsa.

"Semua data dan fakta tersebut mari kita jadikan pelajaran dan bahan refleksi bersama untuk dapat bangkit. Para pendiri bangsa telah meletakkan sila ke-5 Pancasila, "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” sebagai pondasi terbangunnya rasa persatuan bangsa," tutur Mardani.

"Tanpa hadirnya rasa keadilan maka tak akan tumbuh rasa persatuan dan persaudaraan. Tanpa adanya rasa persatuan dan persaudaraan maka tak akan bertahan keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tutupnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya