Berita

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto/Net

Politik

Klaim Penggunaan BBM Premium Menurun Itu Sesat

JUMAT, 24 DESEMBER 2021 | 09:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah dan Pertamina didesak untuk tidak menggembar-gemborkan alasan penghapusan BBM jenis Premium dan Pertalite karena penggunaannya terus turun.

Narasi itu menyesatkan dan berpotensi masuk kategori kebohongan publik. Sebab, faktanya hingga kini masih banyak masyarakat yang ingin menggunakan bensin Premium.

Demikian disampaikan anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Jumat (24/12). 


"Kalaupun penggunaan Premium berkurang, hal itu disebabkan karena pihak Pertamina yang mengurangi jumlah pasokan BBM Premium di beberapa wilayah. Bukan karena peminatnya yang berkurang," tegas Mulyanto.

Politikus PKS ini meminta pemerintah dan Pertamina untuk jujur dan membuka data jumlah distribusi BBM Premium ke berbagai wilayah. Sehingga, publik dapat melihat apakah benar penurunan konsumsi BBM Premium itu karena turunnya minat masyarakat.
 
Mulyanto pun menyayangkan pemerintah dan Pertamina tidak jujur soal penghapusan BBM premium ini. Menurutnya, ketika ada pihak yang menolak penghapusan BBM tersebut bukan anti pada upaya ramah lingkungan.

"Namun kita tetap harus memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat," cetusnya.

Atas dasar itu, Mulyanto meminta pemerintah untuk memikirkan solusi alternatif BBM murah bagi masyarakat apabila tetap ingin menghapus BBM jenis Premium dan Pertalite. Sehingga upaya menjaga lingkungan hidup tercapai namun beban hidup masyarakat tidak bertambah. 

Apalagi, kata dia, saat ini daya beli masyarakat sedang lemah karena terdampak pandemi Covid-19. Tahun 2022 belum tentu terjadi pemulihan daya beli masyarakat tersebut.
 
“Pemerintah harus memiliki rencana buffering dan mitigasinya. Kalau Premium dihapus, apa alternatif BBM murah untuk masyarakat?" kata Mulyanto.
 
“Kalau itu yang dilakukan, saya yakin tidak ada penentangan dari masyarakat,” sambungnya.
 
Lebih lanjut, Mulyanto mendesak pemerintah untuk mengkaji ulang rencana penghapusan BBM jenis Premium dan Pertalite tersebut.
 
“Jadi, betul-betul harus dikaji terkait kondisi ekonomi masyarakat di tengah pandemi ini. Apakah, sudah tepat waktunya menghapus Premium tersebut ?” pungkasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Negara Hadir, Penanganan Gempa NTT Dilakukan Cepat dan Terkoordinasi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:26

Legislator PDIP Anggap Semu Keberhasilan Swasembada Pangan Pemerintah

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:18

Anggota PJ91 Gelar Plogging di Lapangan Utama Jamnas 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:01

Dinamika Internal Organisasi Jelang Muktamar NU Makin Panas

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:46

HNI Berkontribusi dalam Gerakan Perekonomian dan Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:38

Program Prabowo Perkuat Layanan Kesehatan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:23

Tantangan Membangun Sistem Pertahanan Udara Nasional

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00

Transformasi BRI Tuai Pengakuan Global

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:52

Dampak Gempa NTT, Wings Air Batalkan 8 Penerbangan di Ende

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:28

Pemerintah Kerahkan Personel Gabungan ke Daerah Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya