Berita

Ilustrasi/Disway

Dahlan Iskan

Satu Kursi

KAMIS, 23 DESEMBER 2021 | 04:10 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

LIBURAN Natal ini pun menjadi sangat kelabu bagi Presiden Joe Biden. Ambisinya untuk bikin lompatan besar pembangunan Amerika masih terganjal.

Itu mirip yang dialami Presiden Donald Trump. Juga yang dihadapi Presiden Barack Obama. Lebih tragis.

Yang mengganjal Biden itu justru anggota kongres dari partainya sendiri: Demokrat. Padahal, untuk bisa bikin lompatan besar itu, Biden tinggal perlu satu suara saja. Satu. Hanya perlu satu kursi lagi. Dan itu ada. Dari partainya sendiri.


Tapi, pemilik kursi itu, Joe Manchin, 74 tahun, kian tegas sikapnya: no!

Seorang penulis terkemuka Inggris, Tom Fowdy, sampai membuat kesimpulan begini: "Terjawablah sudah mengapa Amerika tidak bisa bersaing dengan Tiongkok:

Ada juga yang menulis: masa depan jutaan rakyat Amerika Serikat (AS) diganjal satu orang.

Jawaban "no" dari Joe Manchin itu disampaikan kemarin dulu. Dalam lobi terakhir sebelum reses liburan Natal dan tahun baru. Padahal, begitu liburan selesai, 3 Januari depan, Senat AS sudah harus bersidang untuk memutuskan: program Biden itu diterima atau ditolak.

Komposisi anggota senat saat ini seimbang: Republik 50 kursi, Demokrat 50 kursi.

Semua anggota senat dari Republik sudah bulat: menolak.

Semua anggota senat dari Demokrat sudah bulat: menerima-kecuali yang satu itu.

Kalau saja Joe Manchin "yes, hasil pemungutan suara imbang: 50-50. Dalam hal terjadi seperti ini, penentunya adalah satu suara dari wakil presiden AS. Anda pun sudah benar-benar tahu: Wapres yang sekarang adalah Kamala Harris dari Demokrat.

Yang dimintakan persetujuan itu adalah: APBN AS yang terbesar dalam sejarah negara tersebut. Untuk bisa membangun IT, energi baru, jalan, jembatan, dan infrastruktur lainnya secara besar-besaran. Juga, agar bisa memberikan bansos untuk orang miskin dan anak-anak mereka.

Total APBN yang dirancang Biden itu 3,5 triliun dolar AS. Saya tidak anggup mencari nol sebanyak itu kalau harus dirupiahkan.

Itulah bendera utama yang akan dikibarkan Biden: menjadi Presiden Pembangun Kembali Infrastruktur AS. Keunggulan Biden yang dikenal sebagai jago lobi di kongres membuat Demokrat optimistis program itu bisa gol di parlemen.

Sulit.

Republik tidak pernah memberikan sinyal oke. Sebagian anggota Demokrat sendiri menentang. Anggaran tersebut dinilai terlalu besar. Banyak yang dianggap tidak perlu. Rakyat merasa terbebani terlalu berat-lewat pungutan pajak.

Biden memang akan menaikkan pajak. Secara drastis. Dari 21 persen ke 28 persen. Dulu Trump-lah yang menurunkan pajak itu. Secara drastis.

Dalam lobi-lobi selama ini, Biden sudah mengalah. Angka 3,5 triliun itu sudah diturunkan: menjadi 2,2 triliun.

Maka, sebulan lalu, DPR AS-yang dikuasai Demokrat menyetujui APBN itu: 220 lawan 213.

Tinggal minta persetujuan senat 3 Januari nanti.

Sejak awal "yang satu orang itu” sudah memberikan isyarat menolak. Sempat pula sedikit melunak: setuju pajak dinaikkan, tapi maksimal menjadi 26 persen. Jangan 28 persen.

Kian mendekati batas waktu, Joe Manchin belum juga yes. Puncaknya dua hari lalu. Hanya 20 menit sebelum pembicaraan harus berakhir untuk libur. Joe Manchin memberikan kata akhir: no.

Kubu Demokrat lemes di akhir batas waktu itu.

Di AS tidak ada pedagang tempe. Omongan "pagi tempe sore kedalai" jarang terjadi di sana. Maka, meski masih ada waktu hampir dua minggu sebelum pemungutan suara, tempe itu tidak akan bisa jadi kedelai. Anda pernah tahu: hanya kedelai yang bisa jadi tempe.

Joe Manchin pun segera merayakan Natal di kampungnya, West Virginia. Itulah negara bagian yang paling konservatif di luar pendukung konfederasi. Sampai pun sudah menjadi tokoh Demokrat, Joe Manchin masih konservatif.

Negara bagian tersebut hanya punya dua kursi senat. Masih beruntung Demokrat bisa mendapat satu kursi di situ-meski sikapnya ternyata masih seperti Republikan juga. Soal batu bara, misalnya, ia pro penggunaan batu bara. la memang salah seorang pengusaha terkait batu bara. Dana politiknya pun terbanyak dari sektor itu.

West Virginia dapat jatah tiga kursi DPR. Disapu bersih oleh Republik.

Trump sering sengit mengecam anggota kongres dari Republik yang tidak membela dirinya. Trump punya panggilan khusus untuk mereka: Si RINO-Republican In Name Only.

Biden lebih sabar menghadapi orang seperti Manchin. Tidak sampai ada omongan-misalnya Joe Manchin itu Celeng Dhegleng.

Tapi, Biden akan kehilangan moto utamanya: BBB-Build Back Better. Itulah program yang sudah melekat erat di dirinya-lewat rencana APBN gajah bengkaknya.

Bulan depan sudah satu tahun Biden menjadi presiden. Baru 1,2 T anggaran yang sudah disetujui. Kelihatannya, parlemen hanya akan setuju maksimal 1,6 T.

Sebenarnya angka itu pun sudah gajah. Hanya saja belum cukup bengkak-kalau tujuannya untuk melawan Tiongkok.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya