Berita

KH As'ad Said Ali digadang menjadi calon Ketua Umum PBNU alternatif di Muktamar Lampung/Net

Politik

Muncul sebagai Caketum PBNU, Bagaimana Peluang Kemenangan As'ad Said Ali?

KAMIS, 16 DESEMBER 2021 | 05:53 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Di tengah memanasnya persaingan Said Aqil Siroj dan Yahya Cholil Staquf dalam perebutan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), muncul nama mantan Wakil Kepala BIN As'ad Said Ali yang digadang sebagai kandidat alternatif.

Dalam beberapa bulan ini, persaingan antara Kiai Said dan Gus Yahya memang sangat keras. Bahkan saat pemerintah akan menerapakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 selama Nataru, keduanya berbeda sikap soal waktu pelaksanaan Muktamar ke 34 NU di Lampung.

Sebelum kebijakan PPKM level Nataru dibatalkan, kedua kubu hampir mengambil sikap mengadakan muktamar dengan tanggal berbeda.


Apakah di waktu yang singkat, mantan Wakil Ketua Umum PBNU periode 2010-2015 itu bisa bersaing dengan dua kandidat yang muncul jauh-jauh hari?

Pengamat politik Ahmad Khoirul Umam berpendapat, munculnya As'ad Said Ali sebagai calon ketua umum alternatif akan membuat gelaran Muktamar NU lebih dinamis.

Kata Direktur Eksekutif Indostrategic ini, para muktamirin nantinya akan terhindaar dari cara pandang dikotomis.

"Sehingga bisa membandingkan calon Ketum yang lebih dibutuhkan untuk PBNU ke depan," demikian kata Umam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (15/12).

Terkait peluang kemenangan, Umam melihat, As'ad harus bekerja keras di sisa waktu yang hanya hitungan hari. Muktamar NU sendiri akan digelar pada tanggal 23 Desember mendatang.

Dosen Universitas Paramadina itu kemudian menyampaikan dua kemungkinan. Pertama, As'ad Said Ali bisa saja menang jika strategi pendekatannya intensif dan sistematis.

Kemungkinan kedua, ditambahkan Umam, As'ad Said Ali yang pada Muktamar 33 di Jombang meraih 107 suara bisa saja akan menggerus suara salah satu calon.

"Akan berpotensi menggerus dan memecah dukungan salah satu calon Ketum yang lain, antara basis pemilih loyal Kiai Said Aqil dan Kiai Yahya Cholil Staquf," pungkas Umam.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Jokowi Sangat Menghindari Pembuktian Ijazah di Pengadilan

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:59

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

UPDATE

Kasus Blueray Diduga Puncak Gunung Es Skandal Bea Cukai

Minggu, 01 Maret 2026 | 21:58

Atasi Masalah Sampah dan Parkir, Pansus Matangkan Raperda Pasar Rakyat ?

Minggu, 01 Maret 2026 | 21:57

Sekjen Gelora: Gugurnya Khamenei Peringatan Keras bagi Dunia

Minggu, 01 Maret 2026 | 21:07

Alarm Bagi Pekerja, Ini Daerah Rawan Telat Pembayaran THR

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:57

9 Pendukung Iran Tewas Ditembak saat Menerobos Konsulat AS di Pakistan

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:43

Para Petinggi PSI di Sumsel Loncat ke PDIP

Minggu, 01 Maret 2026 | 20:20

PKB Dukung Niat Baik Prabowo jadi Juru Damai Iran-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 19:54

AS Ikut Israel Serang Iran, Al Araf: Indonesia Seharusnya Mundur dari BoP

Minggu, 01 Maret 2026 | 19:19

Sukabumi Terjangkit 54 Kasus Demam Berdarah Sepanjang Januari 2026

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:59

KPK Ultimatum Salisa Asmoaji

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:33

Selengkapnya