Berita

Project Officer Kongres AAYG Respiratori Saddam Al-Jihad/Net

Politik

Kongres Pemuda Asia Afrika akan Bahas Gejolak Indo-Pasifik

SENIN, 13 DESEMBER 2021 | 04:56 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Dunia yang dihadapkan pada berbagai persoalan dan semakin diperparah oleh munculnya virus corona baru (Covid-19) mendapat perhatian serius dari pemuda Asia Afrika.

Persoalan-persoalan tersebut akan dibahas di Kongres Ke-II Asian African Youth Government (AAYG) pada 16-19 Desember 2021 di Bandung, Jawa Barat, dengan tema “The notion of Asian African Youth for the World’s Collaboration on Covid-19 and Beyond”.

Project Officer Kongres AAYG Respiratori Saddam Al-Jihad mengungkapkan, selain Covid-19, pihaknya juga akan membahas konflik yang sedang terjadi di sejumlah negara di Asia dan Afrika yang memakan banyak korban nyawa.


Dalam kongres pemuda Asia Afrika itu, rencananya juga membahas kondisi politik dan keamanan yang sedang terjadi di dua kawasan. Kata Saddam, sengketa perbatasan atau wilayah kekuasaan, persoalan perdagangan dan perebutan pengaruh di kawasan memicu eskalasinya meningkat.

“Soal Covid-19 dan dampak yang ditimbulkan menjadi hal paling mendesak untuk diselesaikan. Namun, kita tidak bisa lepas dari persoalan-persoalan yang membuat kawasan jadi instabilitas seperti yang sedang terjadi di kawasan Indo-Pasifik yang melibatkan negara-negara besar,” tutur Saddam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (12/12).

Saddam menjelaskan, kehadiran negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Rusia dalam dinamika kawasan termasuk di Indo-Pasifik, salah satunya berangkat dari agresifitas China di kawasan.

Apalagi, dijelaskan Saddam, China telah terlibat sengketa perbatasan yang tidak kunjung selesai dengan sejumlah negara di Indo-Pasifik.

Hal ini, tambah Saddam, akan menjadi ancaman bagi perdamaian yang kita harapkan.

“Klaim China atas wilayah Laut China Selatan dengan menetapkan Nine Dash Line telah memunculkan masalah dengan negara-negara yang berada disekitar Laut China Selatan mulai dari Taiwan, Vietnam, Filipina, Brunai Darussalam, Malaysia, dan bahkan dengan Indonesia di Natuna. China tidak tanggung-tanggung menuntut Indonesia menghentikan pengeboran minyak dan gas alam di Natuna karena itu diklaim wilayahnya,” ujarnya.

Bukan hanya itu, Saddam juga menyinggung sengketa perbatasan China dan India serta sengkata Sengkaku antara China versus Jepang, dan hubungan perdagangan China dan Australia berada pada titik terendah.

Sikap China di kawasan, menurut Saddam, telah menjadi penyebab negara besar hadir dalam konstelasi di kawasan Indo-Pasifik, bahkan lahir aliansi ekslusif.

“Agresifitas China memperluas pengaruh dan mewujudkan kepentingannya di kawasan Indo-Pasifik dan juga terlibat dalam konflik perbatasan seperti China dengan India, China dengan Jepang di Sengkaku mengundang negara seperti Amerika dan Inggris memperkuat posisinya dengan lahirnya klub ekslusif seperti AUKUS (Australia, United Kingdom dan United States) dan QUAD (India, Australia, AS dan Jepang) yang lebih berorientasi pada pengamanan kepentingan di kawasan," jelasnya.

Dalam rangka menjaga stabilitas kawasan, Saddam sepakat dengan konsep Indo-Pasifik Outlook yang digagas oleh Indonesia dan ini penting dipahami generasi muda untuk mendorong terbangun dan terjaganya perdamaian di kawasan.

Menurutnya, Perdamaian adalah hal terpenting untuk kemajuan sebuah kawasan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

“Kita, para pemuda, mesti sepakat dengan gagasan Indonesia tentang konsepsi Indo-Pasifik Outlook yang mengutamakan prinsip-prinsip transparansi, stabilitas, infklusivitas dan perdamaian di kawasan. Negara lain di luar kawasan juga perlu mengetahui dan menghormati prinsip yang dibangun seperti di ASEAN yang memegang teguh prinsip non-proliferasi nuklir,” ujarnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya