Berita

Wakil Ketua Laziznu, Ubedillah Amin Moch/Net

Politik

Beda dengan Momen Idul Fitri, Pembatalan PPKM Nataru Diyakini Sudah Diperhitungkan Matang

RABU, 08 DESEMBER 2021 | 13:52 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pembatalan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 selama masa natal dan tahun baru (Nataru) diyakini telah diperhitungkan matang oleh pemerintah.

Demikian pandangan Wakil Ketua Laziznu Ubedillah Amin Moch merespons keputusan Koordinator PPKM Jawa Bali Luhut Binsar Pandjaitan yang membatalkan PPKM level 3.

Menurut pria yang karib disapa Ubedillah ini, pemerintah tidak akan gegabah mengambil keputusan. Apalagi sudah belajar dari munculkan varian delta pada pertengahan tahun 2021.


Saat masa Nataru 2021 kata Ubed, adalah momen bagi masyarakat mengaktifkan kegiatan ekonomi, pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan demikian, pemulihan ekonomi nasional bisa pulih kembali.

"Natal dan tahun baru merupakan momen liburan masyarakat, dan momen dimana kegiatan ekonomi khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa pulih kembali," demikian kata Ubed kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (8/12).

Ia berpendapat, tidak tepat jika kebijakan pembatalan PPKM dikaitkan dengan agama. Spekulasi yang berkembang, pemerintah saat idul fitri menerapkan PPKM sedangkan sata natal dan tahun baru tidak.

Ubed melihat kondisi saat idul fitri tidak bisa disamakan dengan saat ini. Saat itu, jelas Ubed, masyarakat yang tervaksin rendah dan munculnya varian baru.

"Memang masyarakat kita masih rendah yang divaksin, dan secara fakta di lapangan memang penularan varian delta sedang gila-gilanya," jelas Ubed.

Ia menambahkan, data vaksinasi tahap pertama Jawa Bali saat ini sudah mencapai 76 persen, sedangkan vaksinasi tahap kedua 50 persen.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya