Berita

Presiden Prancis Emmanuel Macron/Net

Dunia

Macron Kunjungi Arab Saudi, Bersiap Bahas Keamanan di Kawasan

SABTU, 04 DESEMBER 2021 | 13:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Prancis memandang perlu melakukan dialog dengan Arab Saudi sebagai jalan untuk menjalin kesepakatan damai di kawasan.

Untuk itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron melakukan kunjungan ke Arab Saudi pada Sabtu (4/12) untuk membahas berbagai isu keamanan dan perdamaian di kawasan, termasuk dengan Iran.
Sebagai salah satu pemasok utama senjata Arab Saudi, Prancis menghadapi tekanan untuk kembali meninjau penjualan senjatanya di tengah perang yang tidak ada habisnya antara Arab dengan Houti yang didukung Iran, yang menciptakan krisis kemanusiaan terburuk.   

Pertemuan Macron dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman diharapkan bisa menciptakan kebersamaan dalam mencari solusi yang baik untuk keamanan semua pihak, menurut laporan Reuters.

Pertemuan Macron dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman diharapkan bisa menciptakan kebersamaan dalam mencari solusi yang baik untuk keamanan semua pihak, menurut laporan Reuters.

Macron menganggap Arab Saudi penting untuk membantu menjalin kesepakatan damai di seluruh kawasan dengan Iran, serta sekutu dalam perang melawan militan Islam dari Timur Tengah hingga Afrika Barat, dan benteng melawan Ikhwanul Muslimin.

Hubungan Prancis dengan Arab Saudi yang sejak jaman Presiden  Francois Hollande sangat dekat dan hangat, belakangan  sempat terganggu setelah kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.

Selama era kepemimpinan Macron, Prancis-Arab saudi belum melahirkan kerja sama bisnis. Pada kesempatan kunjungan kali ini, selain membahas perdamaian di kawasan, macron juga akan  bergabung dengan para pelaku bisnis kelas dunia dalam forum investasi yang menghadirkan sekitar 100 perusahaan termasuk TotalEnergies (TTEF.PA) , EDF (EDF.PA) , Thales dan Vivendi (VIV.PA).

Kedatangan Macron diisukan sebagai bentuk penekanan terhadap Putra Mahkota terkait Houti dan senjata, yang segera dibantah habis oleh Macron. Berbagai krisis di kawasan itu tidak dapat ditangani dengan mengabaikan kerajaan.

“Kami (dapat) memutuskan setelah kasus Khashoggi, bahwa kami tidak memiliki kebijakan di kawasan itu, yang merupakan pilihan yang dapat dipertahankan beberapa orang.  Prancis perlu memiliki peran penting untuk dimainkan di kawasan itu," kata macron.

Kunjungan Macron terjadi pada saat negara-negara Teluk Arab telah menyuarakan ketidakpastian tentang fokus AS di kawasan itu bahkan ketika mereka mencari lebih banyak senjata dari Washington.

Arab Saudi telah frustrasi dengan pendekatan pemerintahan Presiden AS Joe Biden, yang telah menekan Riyadh atas catatan hak asasi manusia dan perang Yaman dan merilis intelijen yang menghubungkan bin Salman dengan pembunuhan Khashoggi.

Putra mahkota telah membantah terlibat dalam pembunuhan jurnalis di konsulat Istanbul di Riyadh, sebuah insiden yang memicu kemarahan global dan menodai citra Pangeran Mohammed.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya