Berita

Acara Talkshow & Cooking Competition: Perayaan Kreativitas & Inovasi “Kuliner Betawi” di Masa Pandemi untuk Milenial/Ist

Nusantara

Bisa Jadi Imun Booster, Kuliner Betawi Terus Didorong Lebih Inovatif dan Kreatif

KAMIS, 02 DESEMBER 2021 | 11:46 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sebagai sebuah ibukota, DKI Jakarta tak terelakkan untuk wilayah "melting pot". Tempat berkumpulnya beragam latar belakang penduduk, suku, dan budaya. Tak hanya nusantara, namun juga dunia.

Pengaruh ragam budaya ini sudah berlangsung sejak lama. Pada saat penjajahan, berbagai bangsa yang berasal dari Tiongkok, Portugis, Belanda, dan Arab banyak yang tinggal di Batavia (Betawi) atau Jakarta.

Keberadaan masyarakat yang berasal dari berbagai suku bangsa telah memberikan pengaruh seni dan budaya. Tak terkecuali makanan khasnya. Di samping kearifan lokal kuliner masyarakat Betawi itu sendiri.


Salah satu kuliner khas Betawi yang sarat makna adalah “kue satu”. Kue yang terbuat dari kacang hijau ini memiliki tekstur lembut, mudah hancur menjadi perlambang dari suasana batin masyarakat Betawi, yang sedang menjalankan ibadah puasa, agar hatinya tidak mudah tergoda akan hal-hal yang bisa mengurangi nilai ibadah atau membatalkan ibadah puasa itu sendiri.

Tidak hanya itu, kuliner Betawi menjadi kian menarik dengan hadirnya sejumlah  nama yang terdengar jenaka dan mampu membuat penasaran. Di antaranya Sayur Belande Kecebur Lumpur, Sayur Bebanci, Nasi Begane, hingga Bubur Ase.

Dari fakta sejarah, makna perlambang, keberagaman, citarasa, penggunaan rempah-rempah Nusantara, penamaan jenaka, kuliner Betawi memiliki nilai jual tinggi yang harus dieksplorasi menyesuaikan dengan zamannya.

Sayangnya, ternyata masih banyak ragam kuliner Betawi yang berserak, yang keberadaannya hilang tergerus zaman karena tidak ada upaya untuk melestarikannya. Padahal kuliner khas yang susah dicari itu memiliki potensi yang sama dengan kuliner Betawi yang telah menjadi ikon.

Hal-hal itulah yang mendasari diselenggarakannya talkshow & Cooking Competition: Perayaan Kreativitas & Inovasi “Kuliner Betawi” di Masa Pandemi untuk Milenial, di The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Rabu (1/12).

Dalam kegiatan tersebut dikemukakan rahasia gizi kuliner Betawi dalam menyediakan makanan sehat di masa pandemi.

Juga membahas cara UMKM kuliner untuk survive bahkan menjadi sumber utama matapencaharian sebagian masyarakat. Pun, bagaiaman kuliner Betawi mampu bertahan dan berinovasi  agar kekinian, dan mampu diminati generasi milenial dan generasi Z.

Untuk itu, dihadirkan sejumlah pembicara kompeten. Mulai dari Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta, Fery Farhati Baswedan; Sejarawan, JJ Rizal; Spesialis Gizi Klinik RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, dr. Gracia;  Kepala Dinas PPKUKM Pemda DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo.

Kemuian pelaku UMKM Kuliner Peraih Penghargaan Ibukota Awards, Nyimas Yusnaini; Pegiat Media Sosial, Randi Ferdiansyah; dan ditutup dengan Demo masak fushion kuliner Betawi oleh Executive Sous Chef The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Eric Kusnadi.

Adapun peserta yang mengikuti kompetisi lomba masak terdiri dari anggota PKK dari enam wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu serta para istri Walikota/Bupati.

Ketua Penyelenggara Webinar & Cooking Competition, Timur Arif mengatakan, acara ini untuk menghimpun kembali kuliner Betawi yang berserak dalam kanvas kuliner dengan mengedepan kreativitas, inovasi, dan menyesuaikan zamannya.

“Kami ingin memperkenalkan kuliner Betawi ke generasi milenial yang menjadi konsen sejumlah program kami,” ujar Timur dalam keterangan yang diterima Redaksi, Kamis (2/2).   

Menurutnya, kuliner Betawi harus bisa tampil sebagai ikon kuliner, penggerak ekonomi sirkular masyarakat Betawi itu sendiri baik skala UMKM maupun usaha kuliner menengah, yang akan memberi warna baru akan keberagaman kuliner Jakarta.

“Milenial menjadi pangsa pasar potensial karena populasinya yang sangat besar, memiliki penghasilan sendiri, serta memiliki apresiasi yang tinggi terhadap kuliner heritage. Salah satu tipikal milenial, mereka tertarik dengan budaya lokal, tertarik dengan kuliner yang Instagrammable yang mengundang rasa penasaran, serta peluang untuk mengunggah foto,” jelas Timur.

Meski demikian ada banyak tantangan yang harus ditaklukan agar kuliner Betawi menjadi ikon Jakarta. Salah satunya mampu memenangkan persaingan dari gempuran kuliner luar.

Agar tujuan ini bisa terwujud, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, stakeholder, dan pelaku usaha UMKM kuliner untuk menghadirkan ragam kreativitas serta inovasi bercirikan budaya Betawi.  

“Untuk mengentaskan permasalahan tersebut, selaras dengan program pemerintah salah satunya menjadikan usaha kuliner sebagai penopang ekonomi masyarakat di saat pandemi,” ujarnya.

Timur Arif menambahkan, selain itu kuliner Betawi yang kaya akan rempah tentunya juga bisa menjadi imun booster saat pandemi seperti saat ini.

Sementara itu, Vice President Operations The Sultan Hotel & Residence Jakarta, I Nyoman Sarya, mendukung dan mengapresiasi penuh kegiatan ini. Menurutnya, Jakarta sebagai pusat bisnis dan pemerintahan berskala internasional, perlu memiliki ciri khas kuliner yang kekinian.

“Selaras dengan itu, ciri khas hidangan makanan dari kami juga selalu mengedepankan cita rasa nusantara. Sehingga event ini menjadi lebih bermakna guna mengangkat dan melestarikan local wisdom kita,” ucapnya.

Acara ini juga didukung penuh oleh Dinas PPKUKM DKI Jakarta, RS Mitra Keluarga, PT Forisa Nusapersada, Sinar Mas Land, Sharp, Indonesia Eximbank (LPEI), Tupperware, Sarlemjus, Bank DKI, PT Coca Cola Amatil Indonesia, Kalbe Nutritional, dan Roti Keset Condet.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya