Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Laporan Kelompok HAM: China Tekan Pemerintah Asing untuk Memburu Orang-orang Taiwan di Luar Negeri

RABU, 01 DESEMBER 2021 | 18:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebuah laporan terbaru yang dirilis kelompok hak asasi Safeguard Defenders mengatakan bahwa selama ini Beijing telah melakukan ‘perburuan orang Taiwan’ dengan cara menekan pemerintah asing untuk mendeportasi mereka ke China.

“Lebih dari 600 warga Taiwan diekstradisi dari berbagai negara ke China antara 2016 dan 2019 dalam upaya untuk merusak kedaulatan Taiwan,” kata Safeguard Defenders dalam sebuah laporan Selasa, seperti dikutip dari AFP, Rabu (1/12).

Sebenarnya China dan Taiwan  telah mencapai kesepakatan pada 2009, bahwa polisi dari kedua belah pihak akan mengembalikan tersangka dari luar negeri ke wilayah masing-masing.


Namun, menurut laporan LSM tersebut Beijing mulai semakin mengabaikan perjanjian ini setelah pemilihan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pada tahun 2016.

Ketika Tsai mencoba untuk menegaskan identitas pulau yang berbeda, China dengan lebih agresif menyatakan klaimnya atas Taiwan.

Safeguard Defenders mengatakan Beijing telah menekan pemerintah - termasuk Filipina dan Kamboja - untuk mengekstradisi ratusan warga Taiwan yang sebagian besar dituduh melakukan penipuan telekomunikasi ke China, meskipun ada upaya oleh pemerintah Taiwan dan Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk mencegah pemindahan paksa.

“Mereka yang diekstradisi ke China menghadapi penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, penghilangan paksa, dan pengakuan paksa yang disiarkan televisi,” kata Safeguard Defenders.

Menurut laporan tersebut, Spanyol menyumbang jumlah terbesar dari kasus pemindahan paksa yang diketahui - lebih dari 200 - meskipun terikat oleh Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia.

Pengadilan Spanyol memutuskan pada 2017 bahwa sekelompok 121 tersangka penipuan China dan Taiwan dapat diekstradisi ke China, menunjuk pada ‘kebijakan Satu-China’, di mana Taiwan secara diplomatis dianggap sebagai bagian dari China.

“Pemerintah Spanyol telah menunjukkan pengabaian yang jelas terhadap komitmen hak asasi manusianya dan kurangnya pemahaman tentang beratnya pelanggaran hak asasi manusia di China,” kata Safeguard Defenders.

Bukan rahasia jika selama ini China mengklaim Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai wilayahnya. Bahkan China sudah menegaskan pulau itu akan direbut kembali dengan paksa jika perlu, dan telah meningkatkan upaya dalam beberapa tahun terakhir untuk mengisolasinya secara diplomatis.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya