Berita

Kedutaan Besar Rusia di Amerika Serikat/Net

Dunia

Wakil Utusan PBB: Tidak Ada Diplomat Rusia yang Merasa Aman di AS

RABU, 01 DESEMBER 2021 | 13:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para diplomat Rusia yang bekerja di Amerika Serikat saat ini tidak merasa aman. Deputi Pertama Perwakilan Rusia untuk PBB Dmitry Polyansky mengatakan, setiap diplomat Rusia merasa mendapatkan ancaman pengusiran.

"Setiap diplomat Rusia yang bekerja di Amerika Serikat menghadapi ancaman tertentu, sehingga tak satu pun diplomat yang merasa terlindungi dari kemungkinan pengusiran AS yang tidak dapat diprediksi," ujarnya kepada wartawan, seperti dikutip dari TASS.

Komentar Polyansky muncul setelah beberapa diplomat Rusia diusir dari AS pekan lalu.


Kondisi 'terancam' yang dirasakan para diplomat menandai bahwa situasi tersebut tidak bisa disebut normal.

"Kita harus menghilangkan semua hambatan ini, kita harus kembali ke fungsi normal misi diplomatik kita," tambahnya.

Ia juga mengomentari penyitaan properti para diplomat oleh AS. Menurutnya, itu adalah masalah yang kompleks dan harus diselesaikan sebelum berbicara soal kebangkitan hubungan antara Rusia dan AS.

Pekan lalu, Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat Anatoly Antonov mengatakan bahwa sebanyak 27 diplomat Rusia dan keluarga mereka harus meninggalkan Amerika Serikat pada 30 Januari 2022 dan 27 diplomat lainnya, harus menyusul pulang pada 30 Juni 2020 karena visa mereka tidak diperpanjang oleh pihak AS.

Dia menambahkan bahwa masalah penerbitan visa untuk diplomat Rusia masih belum terpecahkan, dan mereka sengaja dipisahkan dari keluarga mereka.

AS bersikeras bahwa kepergian 54 diplomat Rusia dari AS pada 2022 tidak dapat ditafsirkan sebagai pengusiran atau tindakan hukuman dan mereka berjanji akan mendiskusikan masalah tersebut segera.  

Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri Jalina Porter mengatakan, AS mengajukan tuntutan yang sama kepada diplomat Rusia seperti halnya tuntutan Rusia kepada diplomat AS.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya