Berita

Bandara Heathrow di London. Inggris adalah salah satu dari beberapa negara yang mengkonfirmasi kasus Omicron lebih lanjut/Net

Dunia

Omicron Semakin Mengkhawatirkan, Inggris Serukan Pertemuan Mendesak Para Menteri Kesehatan G7

SENIN, 29 NOVEMBER 2021 | 15:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

RMOL. Para menteri kesehatan G7 akan mengadakan pertemuan darurat pada Senin (29/11) yang akan membahas tentang varian baru Covid-19. Pertemuan itu diadakan oleh ketua G7 Inggris, salah satu negara yang terus mengalami penambahan kasus baru dan mendeteksi adanya ancaman baru.

Omicron, pertama kali ditemukan di Afrika selatan, merupakan tantangan baru bagi upaya global untuk memerangi pandemi. Beberapa negara telah memberlakukan kembali pembatasan yang banyak diharapkan menjadi sesuatu dari masa lalu.

Di bawah pemerintahan Inggris, pertemuan mendesak para menteri kesehatan G7 juga akan diadakan pada Senin 29 November untuk membahas perkembangan Omicron," kata kementerian kesehatannya.


"Kami tahu kami sekarang berpacu dengan waktu," kata ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Produsen vaksin membutuhkan dua hingga tiga minggu untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang kualitas mutasi, tambahnya, seperti dikutip dari AFP, Senin.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia di Afrika telah mendesak negara-negara untuk mengikuti sains daripada memberlakukan larangan terbang dalam upaya untuk menahan varian baru.

"Dengan varian Omicron yang sekarang terdeteksi di beberapa wilayah di dunia, memberlakukan larangan perjalanan yang menargetkan Afrika menyerang solidaritas global," kata direktur jenderal regional WHO Matshidiso Moeti.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya