Berita

Warga China melakukaj tes Covid-19/Net

Dunia

Ahli Sebut China Bakal Dilanda Bencana Wabah Besar jika Pembatasan Covid Dicabut Saat Ini

SENIN, 29 NOVEMBER 2021 | 07:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keputusan China untuk tetap menerapkan kebijakan pembatasan masuk bagi warga negara asing sebagai mencegah penyebaran varian baru Covid-19 dinilai tepat.

Penelitian terbaru yang dilakukan ahli Matematika Universitas Peking mengatakan, saat ini China akan menghadapi lebih dari 630.000 infeksi Covid-19 per hari jika negara itu mencabut kebijakan tersebut.

Dalam laporan yang diterbitkan di China CDC Weekly oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, para ahli mengatakan China tidak akan mampu mencabut pembatasan perjalanan tanpa vaksinasi yang lebih efisien atau perawatan khusus.


Menggunakan data untuk bulan Agustus dari Amerika Serikat, Inggris, Spanyol, Prancis, dan Israel, para matematikawan tersebut menilai wabah besar jika China mengadopsi taktik pengendalian pandemi yang sama dengan negara-negara itu.

"Kasus baru harian China akan mencapai setidaknya 637.155 jika mengadopsi strategi pandemi Amerika Serikat," kata laporan itu," seperti dikutip dari Reuters, Minggu (28/11).

"Dan kasus harian akan mencapai 275.793 jika China mengambil pendekatan yang sama seperti Inggris dan 454.198 jika meniru Prancis," katanya.

Laporan tersebut mengatakan bahwa perkiraan itu mengungkapkan kemungkinan nyata dari wabah kolosal yang hampir pasti akan menyebabkan beban yang tidak terjangkau pada sistem medis.

"Temuan kami telah menimbulkan peringatan yang jelas bahwa, untuk saat ini, kita tidak siap untuk merangkul strategi 'terbuka' yang hanya bertumpu pada hipotesis kekebalan kelompok yang disebabkan oleh vaksinasi yang dianjurkan oleh negara-negara barat tertentu," katanya.

China telah mempertahankan kebijakan tanpa toleransi terhadap Covid-19, dengan mengatakan pentingnya menahan kasus lokal.

Otoritas kesehatan China pada Minggu (28/11) melaporkan sebanyak 23 kasus baru yang dikonfirmasi untuk 27 November, turun dari 25 sehari sebelumnya.

Pengumuman hasil penelitian tersebut datang tak lama setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan varian Covid-19 baru yang terdeteksi di Afrika Selatan yang kemudian disebut varian Omicron sebagai varian yang jadi perhatian, yang mendorong beberapa negara untuk memberlakukan pembatasan perjalanan.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya